Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

KPU, Bawaslu dan KPID sepakati MoU kampanye pilkada

Penandatanganan MoU antara KPU DIY, Bawaslu DIY dan KPID DIY Penandatanganan MoU antara KPU DIY, Bawaslu DIY dan KPID DIY

Jogjakarta-KoPi| Lembaga KPU DIY, Bawaslu DIY dengan KPID DIY menandatangani MoU kesepakatan kampanye Pilkada DIY melalui media massa. Penyelenggaraan kampanye media massa pilkada serentak dilakukan oleh KPU DIY melalui pembiayaan APBD.

Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib menilai peran strategis media mengawal jalannya pilkada serentak Desember nanti. Najib menghimbau seluruh media massa nanti mampu menunjukan profesionalitasnya. Media mengedepankan berita kampanye yang berimbang.

"Kampanye oleh media massa. Media punya dua sisi, media menjadi fungsi penyiaran dan media yang terjebak menjadi media partisan," tutur Muhammad Najib saat diskusi publik "Peran Lembaga Penyiaran Dalam Pilkada Serentak 2015" di Kantor KPID DIY pukul 10.00 WIB.

Pemanfaatan media selama kampanye pilkada, media turut menjadi pencegah terjadi pelanggaran informasi yang berujung pada pelanggaran pilkada.

"Media menjadi peran sentral, memberi informasi pilkada, yang terjadi saat ini masih rendah informasi bagaimana pilkada dikelola, adanya pelanggaran nanti karena gal tahu aturannya, paslon aja gak tahu apalagi masyarakat," jelas Muhammad Najib.

Najib menambahkan media lebih selektif pada pasangan calon sebagai publik figur. Peran publik figur nanti sesuai porsinya, tidak menjadi ajang iklan terselubung.

Pelaksanaan kampanye melalui media massa berlangsung selama 14 hari sebelum masuk masa tenang pada tanggal 5 Desember 2015. |Winda Efanur FS|

 

back to top