Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

KPU, Bawaslu dan KPID sepakati MoU kampanye pilkada

Penandatanganan MoU antara KPU DIY, Bawaslu DIY dan KPID DIY Penandatanganan MoU antara KPU DIY, Bawaslu DIY dan KPID DIY

Jogjakarta-KoPi| Lembaga KPU DIY, Bawaslu DIY dengan KPID DIY menandatangani MoU kesepakatan kampanye Pilkada DIY melalui media massa. Penyelenggaraan kampanye media massa pilkada serentak dilakukan oleh KPU DIY melalui pembiayaan APBD.

Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib menilai peran strategis media mengawal jalannya pilkada serentak Desember nanti. Najib menghimbau seluruh media massa nanti mampu menunjukan profesionalitasnya. Media mengedepankan berita kampanye yang berimbang.

"Kampanye oleh media massa. Media punya dua sisi, media menjadi fungsi penyiaran dan media yang terjebak menjadi media partisan," tutur Muhammad Najib saat diskusi publik "Peran Lembaga Penyiaran Dalam Pilkada Serentak 2015" di Kantor KPID DIY pukul 10.00 WIB.

Pemanfaatan media selama kampanye pilkada, media turut menjadi pencegah terjadi pelanggaran informasi yang berujung pada pelanggaran pilkada.

"Media menjadi peran sentral, memberi informasi pilkada, yang terjadi saat ini masih rendah informasi bagaimana pilkada dikelola, adanya pelanggaran nanti karena gal tahu aturannya, paslon aja gak tahu apalagi masyarakat," jelas Muhammad Najib.

Najib menambahkan media lebih selektif pada pasangan calon sebagai publik figur. Peran publik figur nanti sesuai porsinya, tidak menjadi ajang iklan terselubung.

Pelaksanaan kampanye melalui media massa berlangsung selama 14 hari sebelum masuk masa tenang pada tanggal 5 Desember 2015. |Winda Efanur FS|

 

back to top