Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

KPU, Bawaslu dan KPID sepakati MoU kampanye pilkada

Penandatanganan MoU antara KPU DIY, Bawaslu DIY dan KPID DIY Penandatanganan MoU antara KPU DIY, Bawaslu DIY dan KPID DIY

Jogjakarta-KoPi| Lembaga KPU DIY, Bawaslu DIY dengan KPID DIY menandatangani MoU kesepakatan kampanye Pilkada DIY melalui media massa. Penyelenggaraan kampanye media massa pilkada serentak dilakukan oleh KPU DIY melalui pembiayaan APBD.

Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib menilai peran strategis media mengawal jalannya pilkada serentak Desember nanti. Najib menghimbau seluruh media massa nanti mampu menunjukan profesionalitasnya. Media mengedepankan berita kampanye yang berimbang.

"Kampanye oleh media massa. Media punya dua sisi, media menjadi fungsi penyiaran dan media yang terjebak menjadi media partisan," tutur Muhammad Najib saat diskusi publik "Peran Lembaga Penyiaran Dalam Pilkada Serentak 2015" di Kantor KPID DIY pukul 10.00 WIB.

Pemanfaatan media selama kampanye pilkada, media turut menjadi pencegah terjadi pelanggaran informasi yang berujung pada pelanggaran pilkada.

"Media menjadi peran sentral, memberi informasi pilkada, yang terjadi saat ini masih rendah informasi bagaimana pilkada dikelola, adanya pelanggaran nanti karena gal tahu aturannya, paslon aja gak tahu apalagi masyarakat," jelas Muhammad Najib.

Najib menambahkan media lebih selektif pada pasangan calon sebagai publik figur. Peran publik figur nanti sesuai porsinya, tidak menjadi ajang iklan terselubung.

Pelaksanaan kampanye melalui media massa berlangsung selama 14 hari sebelum masuk masa tenang pada tanggal 5 Desember 2015. |Winda Efanur FS|

 

back to top