Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

”KOTAKUKOTAKITA” Surabaya dalam proyeksi seni visual

”KOTAKUKOTAKITA” Surabaya dalam proyeksi seni visual

(Surabaya, 4 Mei 2017) Dengan keinginan mendorong generasi muda untuk lebih mengenal kota Surabaya, serta memicu kreatifitas mahasiswa untuk meghasilkan sebuah karya yang memberi manfaat, dan diapresiasi oleh masyarakat luas, House of Sampoerna (HoS) dan DKV UK Petra kembali bekerjasama menggelar pameran Seni Visual yang bertajuk “KOTAKUKOTAKITA” yang diselenggarakan di Galeri HoS mulai tanggal 5 Mei hingga 3 Juni 2017 mendatang.

Pameran yang juga diselenggarakan sebagai respon dari civitas akademika untuk kota Surabaya yang memperingati hari jadi yang ke-724, serta sebagai ungkapan rasa syukur dan kecintaan pada kota Surabaya, dosen dan mahasiswa UK Petra menghadirkan 30 karya seni visual meliputi lukis, grafis, ilustrasi, instalasi, video, dsb, yang menggambarkan dinamika kota Surabaya yang memberi ruang kepada semua warganya untuk berkontribusi dan kemajuan kotanya.

Topik yang diangkat dapat dibagi menjadi beberapa kelompok subtema: Ragam
Permasalahan Kota, Impresi & Apresiasi Warga Surabaya, Kondisi Masyarakat, serta Yang Tak Terpantau, yang kesemuanya dikemas secara apik dan unik.

Bisa dilihat dari karya “SUBO” dari Aristarchus Pranayama (mahasiswa) yang menginterpretasikan ulang legenda Surabaya, dua entitas "Sura" dan "Baya", sebagai simbol penyatuan menuju kebhinekaan dan harapan akan Surabaya dimasa mendatang.

Sedangkan Andrian Dektisa Hagijanto (dosen atau mahasiswa? Sebutkan juga untuk yang lainnya) menampilkan karya digital imaging berjudul “Semanggi Suroboyo” makanan khas Surabaya. Berbeda dengan dua temannya Daniel Kurniawan memilih tema “Distorted Surabaya” untuk menampilkan dinamika Surabaya.

Tak kalah menarik, karya Kolaborasi dari Cindy Muljosumarto – Hartaman Satrio dengan judul “KOTAKITA” menampilkan transformasi Surabaya menuju kotakotak /ko·tak-ko·tak/ metropolis modern yang berbaur dengan ikon-ikon kota Surabaya yang digambarkan melalui karya instalasi interaktif dari barang bekas berbentuk dasar kotak yang dapat ditemui di keseharian.

Karya-karya yang ditampilkan bukan sekedar materi pameran, namun merupakan tugas kuliah mahasiswa, obyek penelitian para dosen, bahkan sebagian merupakan program pengabdian kepada masyarakat sebagaimana karya “Keber PKL: A Creative Contribution to Surabaya (Service Learning Mata Kuliah Tipografi 2)” yang dikerjakan oleh Maria Nala Damajanti, Elisabeth Christine Yuwono, Ferry Harjanto, Pauline Yosephine.

“Penyelenggaraan pameran KOTAKUKOTAKITA ini diharapkan bisa menjadi wujud ekspresi, apresiasi dan kebanggaan kami atas kota Surabaya, tetapi juga sebagai kritik, maupun doa agar Surabaya terus bertumbuh, terutama dalam membangun masyarakat dengan karakteristik yang unik melalui seni dan budaya”, ujar Rebecca Milka Koordinator pameran.

back to top