Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Kota Jogja belum ada langkah konkret antisipasi krisis pangan

Acara Wiwit Panen Pari di Kelurahan Rejowinangun Acara Wiwit Panen Pari di Kelurahan Rejowinangun

Jogjakarta-KoPi| Dalam upaya mengantisipasi krisis pangan daerah, wilayah kota Jogja telah mengoptimalkan produksi pertanian di desa-desa.

Beberapa program yang mengarahkan pada ketahanan pangan daerah. Seperti yang tengah diupayakan oleh kelurahan Rejowinangun, Kotagede. Kelurahan Rejowinangun yang berhasil menyabet juara 1 lomba ketahanan pangan DIY pada 18 Agustus lalu, memang sudah lama mencanangkan program ketahanan pangan.

Menurut Lurah Pilahan, Kotagede Retnoningtyas, Kelurahan Rejowinangun menerapkan sistem pangan yang bagus dengan mengoptimalkan lahan.

"Kami menghimbau masyarakat untuk membuat lumbung hidup, setiap rumah tangga dihimbau minimal menanam lima buah tanaman di rumahnya," tutur Retnoningtyas.

Sebenarnya wilayah kelurahan Rejowinangun daerah defisit beras. Mengingat luas lahan pertanian hanya 5,6 hektar sawah dengan produksi setahun sekitar 125 ton. Sedangkan penduduk kelurahan Rejowinangun sekitar 12 ribu orang dengan konsumsi beras sekitar 650 ton.

Tidak hanya itu penduduk Kelurahan Rejowinangun juga melaksanakan pengurangan konsumsi beras minimal satu ons per KK. “Satu ons sekelurahan hemat 350 Kg, kalau dihitung setahunnya hemat 7,2 ton. Jika langkah ini diikuti oleh nasional, kita tidak perlu impor beras lagi,” tutur Retnoningtyas.

Sementara Asisten II Bidang Perekonomian Kota Jogja, Aman Yulianto menanggapi tindak lanjut mengantisipasi krisis pangan, kota Jogja belum ada rencana konkret selain yang telah diupayakan dalam lingkup internal. Pihak Pemkot masih menunggu keputusan dari pusat. |Winda Efanur FS|

back to top