Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kosmetik yang merusak wajah

Kosmetik yang merusak wajah

Kosmetik adalah produk tambahan (suplemen) untuk memberi perawatan pada kulit wajah. Akan tetapi tidak sedikit kasus pada para pengguna kosmetik baik wanita dan pria terjadi iritiasi sampai kerusakan kulit wajah. 

Menurut dokter  spesialis kulit dan kosmetika Ni Putu Susari Widianingsih dari Surabaya Skin Centre kosmetik sesungguhnya memiliki kandungan-kandungan kimia walaupun pada kosmetik berlabel alami. Hal itu berarti kosmetik akan menciptakan proses artifisial atau tidak alami di kulit wajah. 

"Jika bahan kimia tersebut tidak cocok pada kulit karena faktor-faktor seperti jenis kulit, jenis kimia berbahaya, dan reaksi cuaca, maka terjadi reaksi dalam bentuk iritasi, gatal atau bahkan kanker."

Oleh karenanya menurut dokter pakar kosmetika ini, para pengguna kosmetik harus benar-benar meneliti kosmetik yang dipakainya. Biasanya pasien hanya mempertimbangkan dari sisi harga. Makin mahal pasti makin bagus. Itu persepsi yang salah.

Dokter Putu memberi tips cara menggunakan kosmetik yang baik dan aman bagi kesehatan kulit wajah.

1. Teliti kandungan kosmetik dahulu.

Misal mengandung merkuri atau bahan-bahan kimia berbaya atau tidak. Jika tidak paham tentang bahan kimia, pengguna bisa mencermati reaksi kulit dari kosmetik berbahan tertentu berdasar pengalaman. Lebih aman lagi jika berkonsultasi pada dokter kesehatan kulit atau estetika.

2. Mengerti dan memahami jenis kulit wajah.

Ada 5 (lima) jenis kulit wajah yaitu normal, berminyak, sensitif, kering dan kombinasi. Setiap jenis kulit memberi respon berbeda terhadap kandungan kimia di dalam kosmetik. Banyak pengguna kosmetik kesulitan memahami jenis kulitnya, maka penting untuk berkonsultasi pada dokter.

3. Uji coba kosmetik. 

Para pengguna kosmetik biasanya langsung saja menggunakan produk yang dibelinya. Hal tersebut cukup berbahaya. Agar mengetahui apakah kosmetik cocok atau tidak perlu dicoba sedikit dahulu. Jika lebih dari satu jam tidak terjadi reaksi negatif maka kosmetik bisa dipakai.

Pembaca KoPi yang budiman, perhatikan tips ini agar tidak mengalami masalah lebih buruk pada kulit wajah. Konsultasikan pada dokter estetika dan kesehatan kulit Anda. Dokter Putu dan para dokter spesialis Anda bisa ditemui di alamat ini www.surabaya-skincentre.com | Kisna

back to top