Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kosmetik yang merusak wajah

Kosmetik yang merusak wajah

Kosmetik adalah produk tambahan (suplemen) untuk memberi perawatan pada kulit wajah. Akan tetapi tidak sedikit kasus pada para pengguna kosmetik baik wanita dan pria terjadi iritiasi sampai kerusakan kulit wajah. 

Menurut dokter  spesialis kulit dan kosmetika Ni Putu Susari Widianingsih dari Surabaya Skin Centre kosmetik sesungguhnya memiliki kandungan-kandungan kimia walaupun pada kosmetik berlabel alami. Hal itu berarti kosmetik akan menciptakan proses artifisial atau tidak alami di kulit wajah. 

"Jika bahan kimia tersebut tidak cocok pada kulit karena faktor-faktor seperti jenis kulit, jenis kimia berbahaya, dan reaksi cuaca, maka terjadi reaksi dalam bentuk iritasi, gatal atau bahkan kanker."

Oleh karenanya menurut dokter pakar kosmetika ini, para pengguna kosmetik harus benar-benar meneliti kosmetik yang dipakainya. Biasanya pasien hanya mempertimbangkan dari sisi harga. Makin mahal pasti makin bagus. Itu persepsi yang salah.

Dokter Putu memberi tips cara menggunakan kosmetik yang baik dan aman bagi kesehatan kulit wajah.

1. Teliti kandungan kosmetik dahulu.

Misal mengandung merkuri atau bahan-bahan kimia berbaya atau tidak. Jika tidak paham tentang bahan kimia, pengguna bisa mencermati reaksi kulit dari kosmetik berbahan tertentu berdasar pengalaman. Lebih aman lagi jika berkonsultasi pada dokter kesehatan kulit atau estetika.

2. Mengerti dan memahami jenis kulit wajah.

Ada 5 (lima) jenis kulit wajah yaitu normal, berminyak, sensitif, kering dan kombinasi. Setiap jenis kulit memberi respon berbeda terhadap kandungan kimia di dalam kosmetik. Banyak pengguna kosmetik kesulitan memahami jenis kulitnya, maka penting untuk berkonsultasi pada dokter.

3. Uji coba kosmetik. 

Para pengguna kosmetik biasanya langsung saja menggunakan produk yang dibelinya. Hal tersebut cukup berbahaya. Agar mengetahui apakah kosmetik cocok atau tidak perlu dicoba sedikit dahulu. Jika lebih dari satu jam tidak terjadi reaksi negatif maka kosmetik bisa dipakai.

Pembaca KoPi yang budiman, perhatikan tips ini agar tidak mengalami masalah lebih buruk pada kulit wajah. Konsultasikan pada dokter estetika dan kesehatan kulit Anda. Dokter Putu dan para dokter spesialis Anda bisa ditemui di alamat ini www.surabaya-skincentre.com | Kisna

back to top