Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Pyongyang-KoPi | Korea utara (Korut) menyatakan pihaknya menangguhkan pembicaraan tingkat tinggi dengan Korea Selatan yang minta pada Rabu (16/5) ini. Korut pun menjelaskan hal ini karena gelaran tangga AS-Korea Selatan, yang mengatakan hubungan di semenanjung Korea.
Kantor Berita Resmi Pusat Korea Utara (KCNA) menyampaikan bahwa Korea Utara juga meragukan apakah KTT bulan depan antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Donald Trump akan berjalan sesuai rencana.  
 
"Latihan ini seolah menargetkan kami. Apa yang dilakukan di seluruh Korea Selatan, merupakan tantangan nyata terhadap Deklarasi Panmunjom dan provokasi militer yang disengaja bertentangan dengan perkembangan politik yang positif di Semenanjung Korea," ujar Yonhap mengutip pernyataan KCNA, ditulis Rabu (17/5). 
 
Lanjutnya, Amerika Serikat juga harus melakukan musyawarah secara hati-hati tentang nasib KTT Korut dan Amerika yang direncanakan kedepannya. Ini berhubungan dengan keributan militer provokatif Amerika yang dilakukan bersama dengan pemerintah Korea Selatan.
 
Meski demikian, Amerika sendiri lewat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya akan tetap bergerak maju dengan KTT yang direncanakan di Singapura pada 12 Juni besok meskipun ada peringatan dari Pyongyang.
 
"Kim Jong-un telah mengatakan sebelumnya bahwa dia memahami kebutuhan dan kegunaan Amerika Serikat dan Republik Korea untuk melanjutkan latihan bersama. Kami akan terus merencanakan pertemuan itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert kepada wartawan.
 
Dia mengatakan Washington tak menerima adanya pemberitahuan tentang perubahan posisi oleh Korea Utara.
 
Pertemuan Rabu ini rencananya adalah untuk fokus pada rencana untuk mengimplementasikan deklarasi yang muncul dari pertemuan antar-Korea 27 April lalu di desa perbatasan Panmunjom, termasuk janji untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea dan mengejar "denuklirisasi secara penuh"
 
KCNA menyebut latihan tempur udara Max Thunder AS-Korea Selatan, yang dikatakan melibatkan pesawat siluman AS dan pesawat pembawa bom B-52 merupakan sebuah "provokasi". KCNA mengatakan Pyongyang tidak punya pilihan selain menunda pembicaraan.
 
Pentagon mengatakan akan mengecilkan latihan militer yang sedang berlangsung dengan Korea Selatan dan mengatakan latihan ini bersi rutin dan defensif. Latihan tempur udara Max Thunder dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 14 hingga 25 Mei.
 
"Latihan-latihan defensif ini adalah bagian dari program pelatihan rutin tahunan rutin Korea dan Amerika untuk mempertahankan landasan kesiapan," tulis pada sebuah pernyataan oleh Pentagon.
 
Sumber: Al-Jazeera
back to top