Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Korban penganiayaan polisi, lapor ke Polda DIY

kiri : Catur, Ertanto kiri : Catur, Ertanto

Jogjakarta-KoPi| Korban penganiayaan oleh oknum polisi telah mendatangi kantor LBH Jogja pada pukul 10.30 WIB. Tiga korban Catur Yuda Setiawan (40), Ertanto Sapto Prabowo (26), dan Sulistiyono (18) mendesak pihak kepolisian turun tangan menuntaskan kasus penganiayaan yang terjadi.

Catur Yuda Setiawan, 40 selaku paman kedua korban memaparkan tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum polisi berinisial T. Awal kejadian pada 5 Juli lalu, Ertanto Sapto Prabowo (26) yang berprofesi sebagai juru parkir di didepan toko emas Semar Jawa Jln. Jogja Solo km 16 meminta uang parkir kepada anggota polisi tersebut, namun polisi justru membentak Ertanto.

“Polisi datang menyerang Ertanto. Nampar mukanya sambil ngeluarin pistol. Setelah itu muncul lagi temannya mukul pelipis dan telinga, lalu mereka menuju ke mobil. Setelah kejadian itu saya mendampingi adik saya melapor ke polsek prambanan, lalu Ertanto menjalani visum di RS. Bayangkara,” papar Catur warga Desa Kebondalem Kidul, Prambanan.

Setelah terjadinya penganiayaan pada tanggal 5 Juli, pelaku juga melakukan pemukulan pada tangal 6 dan 7 Juli. Menurut Ertanto pemukulan oleh pihak polisi tersebut dilakukan secara terang-terangan di tempat umum, lokasi Ertanto bekerja di toko emas Semar Jawa.

Hingga kini pihak LBH Jogja telah mendampingi tiga korban melapor ke Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selama ini korban kecewa dengan kinerja Polsek Prambanan yang cenderung lamban menangani kasus ini. |Winda Efanur FS|

back to top