Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Korban penganiayaan polisi, lapor ke Polda DIY

kiri : Catur, Ertanto kiri : Catur, Ertanto

Jogjakarta-KoPi| Korban penganiayaan oleh oknum polisi telah mendatangi kantor LBH Jogja pada pukul 10.30 WIB. Tiga korban Catur Yuda Setiawan (40), Ertanto Sapto Prabowo (26), dan Sulistiyono (18) mendesak pihak kepolisian turun tangan menuntaskan kasus penganiayaan yang terjadi.

Catur Yuda Setiawan, 40 selaku paman kedua korban memaparkan tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum polisi berinisial T. Awal kejadian pada 5 Juli lalu, Ertanto Sapto Prabowo (26) yang berprofesi sebagai juru parkir di didepan toko emas Semar Jawa Jln. Jogja Solo km 16 meminta uang parkir kepada anggota polisi tersebut, namun polisi justru membentak Ertanto.

“Polisi datang menyerang Ertanto. Nampar mukanya sambil ngeluarin pistol. Setelah itu muncul lagi temannya mukul pelipis dan telinga, lalu mereka menuju ke mobil. Setelah kejadian itu saya mendampingi adik saya melapor ke polsek prambanan, lalu Ertanto menjalani visum di RS. Bayangkara,” papar Catur warga Desa Kebondalem Kidul, Prambanan.

Setelah terjadinya penganiayaan pada tanggal 5 Juli, pelaku juga melakukan pemukulan pada tangal 6 dan 7 Juli. Menurut Ertanto pemukulan oleh pihak polisi tersebut dilakukan secara terang-terangan di tempat umum, lokasi Ertanto bekerja di toko emas Semar Jawa.

Hingga kini pihak LBH Jogja telah mendampingi tiga korban melapor ke Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selama ini korban kecewa dengan kinerja Polsek Prambanan yang cenderung lamban menangani kasus ini. |Winda Efanur FS|

back to top