Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Korban penganiayaan polisi, lapor ke Polda DIY

kiri : Catur, Ertanto kiri : Catur, Ertanto

Jogjakarta-KoPi| Korban penganiayaan oleh oknum polisi telah mendatangi kantor LBH Jogja pada pukul 10.30 WIB. Tiga korban Catur Yuda Setiawan (40), Ertanto Sapto Prabowo (26), dan Sulistiyono (18) mendesak pihak kepolisian turun tangan menuntaskan kasus penganiayaan yang terjadi.

Catur Yuda Setiawan, 40 selaku paman kedua korban memaparkan tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum polisi berinisial T. Awal kejadian pada 5 Juli lalu, Ertanto Sapto Prabowo (26) yang berprofesi sebagai juru parkir di didepan toko emas Semar Jawa Jln. Jogja Solo km 16 meminta uang parkir kepada anggota polisi tersebut, namun polisi justru membentak Ertanto.

“Polisi datang menyerang Ertanto. Nampar mukanya sambil ngeluarin pistol. Setelah itu muncul lagi temannya mukul pelipis dan telinga, lalu mereka menuju ke mobil. Setelah kejadian itu saya mendampingi adik saya melapor ke polsek prambanan, lalu Ertanto menjalani visum di RS. Bayangkara,” papar Catur warga Desa Kebondalem Kidul, Prambanan.

Setelah terjadinya penganiayaan pada tanggal 5 Juli, pelaku juga melakukan pemukulan pada tangal 6 dan 7 Juli. Menurut Ertanto pemukulan oleh pihak polisi tersebut dilakukan secara terang-terangan di tempat umum, lokasi Ertanto bekerja di toko emas Semar Jawa.

Hingga kini pihak LBH Jogja telah mendampingi tiga korban melapor ke Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selama ini korban kecewa dengan kinerja Polsek Prambanan yang cenderung lamban menangani kasus ini. |Winda Efanur FS|

back to top