Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kontroversi Gojek, peminat semakin tinggi

Kontroversi Gojek, peminat semakin tinggi
Jakarta - KoPi | Sejak dimunculkan ojek jenis baru, para tukang ojek pangkalan mulai gusar. Pasalnya, transportasi elektronik jenis baru tersebut diminati oleh masyarakat. Sehingga ojek pangkalan mulai ditinggalkan.

Para ojek pangkalan mulai melarang keberadaan Gojek dengan cara mereka. Beberapa bentuk penyudutan terhadap supir Gojek memang terus dilakukan. Seperti melarang lewat jalan, meneriaki, menghadang adalah bentuk perlakuan para tukang ojek pangkalan dengan keberadaan Gojek.

Seperti yang ada di Komplek Kalibata, poster larangan keberadaan Gojek di pasang besar-besar. Ini merupakan bentuk kecaman perkumpulan ojek pangkalan kepada keberadaan Gojek. Adi selaku tukang ojek di Kalibata mengaku sangat terganggu dengan adanya ojek jenis baru tersebut.

“Awalnya kita diemin, kok kesini-sini makin banyak Gojek kesini. Bikin kita sepi pelanggan. Makannya kita larang Gojek buat lewat sini, apalagi masuk apartement,” ujar Adi

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama mengatakan keberadaan Gojek adalah legal. “Jelas ada perusahannya, ada PT. Ojek kan gak masuk undang-undang, jadi ya legal” Ujar Ahok.

Ahok juga menilai keberadaan Gojek membantu Jakarta dalam mengatasi kemacetan. Keberadaan Gojek juga dinilai membuka lowongan pekerjaan sehingga mengurangi tingkat pengangguran di Jakarta.

Dengan adanya konflik yang terus bermunculan, ternyata Gojek justru makin diminati oleh masyarakat. Pasalnya, pendaftar supir Gojek setiap harinya sangat banyak.

Seperti Hudzaifah, mahasiswa di Universitas Jakarta ini ikut mendaftar menjadi seorang supir Gojek. Ia mengaku mengantri dengan ratusan orang lainnya yang mendaftar untuk menjadi supir Gojek.

“Lumayan kalo kuliah kosong, jadi ngeGojek aja. Buat ganti bensin sama tambahan uang Jajan. Tapi nanti diatur sama jadwal kuliah biar gak bentrok” ujarnya kepada KoPi.

Bagi pendaftar dibutuhkan kelengkapan seperti SIM dan STNK motor. Tidak hanya itu, pendaftar juga diminta untuk memberikan surat jaminan kepada pihak perusahaan. Seperti Ijazah, BPKB ataupun akta kelahiran. |Labibah

back to top