Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

KontraS protes tindakan hukum pada Asiyani

KontraS protes tindakan hukum pada Asiyani
Surabaya – KoPi | Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merespon proses peradilan yang dilakukan Perhutani pada nenek Asiyani. KontraS mencurigai kasus tersebut penuh dengan rekayasa dan kecurangan. KontraS menganggap penghukuman pada Asiyani dengan bukti yang tidak memadai merupakan hal yang tidak manusiawi dan melanggar HAM.
 

“Karena itu kami mendesak pengadilan bisa membebaskan nenek Asiyani. Terlihat banyak kejanggalan dalam proses penyidikan perkara tersebut,” ujar Koordinator KontraS Surabaya Fatkhul Khoir.

Beberapa bukti yang KontraS anggap dibuat-buat antara lain pohon jati yang dihadirkan dalam sidang. Menurut Fatkhul, ketika ditangkap pihak kepolisian, pohon jati yang disita dari rumah Asiyani sudah dipotong-potong karena akan dijadikan tempat tidur. Namun ketika dihadirkan dalam persidangan, pohon jati yang dihadirkan adalah yang masih utuh. Selain itu, jumlah pohon jati yang dihadirkan berjumlah 38, padahal dari rumah Asiyani polisi hanya menyita tujuh pohon. 

KontraS Surabaya sendiri masih memantau perkembangan kasus tersebut, karena kasus tersebut mencuat setelah masuk ke proses persidangan. Fatkhul mengatakan belum ada tim yang dikirim ke Situbondo untuk memantau.

Kasus ini menambah daftar kasus kriminalisasi terhadap petani di Indonesia. Sebelumnya KontraS Surabaya juga memberikan bantuan hukum kepada petani di Banyuwangi terkait kriminalisasi yang dilakukan oleh PT Wongsorejo. Berdasarkan data KontraS, hingga saat ini ada 11 kasus yang menjerat petani yang diduga hasil rekayasa aparat penegak hukum.

back to top