Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

KontraS protes tindakan hukum pada Asiyani

KontraS protes tindakan hukum pada Asiyani
Surabaya – KoPi | Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merespon proses peradilan yang dilakukan Perhutani pada nenek Asiyani. KontraS mencurigai kasus tersebut penuh dengan rekayasa dan kecurangan. KontraS menganggap penghukuman pada Asiyani dengan bukti yang tidak memadai merupakan hal yang tidak manusiawi dan melanggar HAM.
 

“Karena itu kami mendesak pengadilan bisa membebaskan nenek Asiyani. Terlihat banyak kejanggalan dalam proses penyidikan perkara tersebut,” ujar Koordinator KontraS Surabaya Fatkhul Khoir.

Beberapa bukti yang KontraS anggap dibuat-buat antara lain pohon jati yang dihadirkan dalam sidang. Menurut Fatkhul, ketika ditangkap pihak kepolisian, pohon jati yang disita dari rumah Asiyani sudah dipotong-potong karena akan dijadikan tempat tidur. Namun ketika dihadirkan dalam persidangan, pohon jati yang dihadirkan adalah yang masih utuh. Selain itu, jumlah pohon jati yang dihadirkan berjumlah 38, padahal dari rumah Asiyani polisi hanya menyita tujuh pohon. 

KontraS Surabaya sendiri masih memantau perkembangan kasus tersebut, karena kasus tersebut mencuat setelah masuk ke proses persidangan. Fatkhul mengatakan belum ada tim yang dikirim ke Situbondo untuk memantau.

Kasus ini menambah daftar kasus kriminalisasi terhadap petani di Indonesia. Sebelumnya KontraS Surabaya juga memberikan bantuan hukum kepada petani di Banyuwangi terkait kriminalisasi yang dilakukan oleh PT Wongsorejo. Berdasarkan data KontraS, hingga saat ini ada 11 kasus yang menjerat petani yang diduga hasil rekayasa aparat penegak hukum.

back to top