Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kongres Fatayat NU XV: Belum pemilihan Ketum, 99% sudah "YA"

Foto: Forum LPJ Pimpinan Pusat Fatayat NU 2010-2015 Foto: Forum LPJ Pimpinan Pusat Fatayat NU 2010-2015

Surabaya-KoPi| Dalam Kongres Fatayat NU XV, sebelum pemilihan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, adanya laporan pertanggungjawaban (LPJ) pimpinan pusat Fatayat NU periode 2010-2015 disampaikan dalam forum yang dihadiri oleh pengurus wilayah (PW) dan cabang (PC) Fatayat dari 35 propinsi di Indonesia dan satu pengurus wilayah dari Malaysia.

LPJ tersebut kemudian ditanggapi oleh para PW Fatayat untuk diterima atau tidak lewat pandangan umum dari masing-masing PW Fatayat. Hasil yang diperoleh adalah 100% menerima LPJ tersebut meskipun ada sedikit PW Fatayat yang menerima dengan catatan atau evaluasi, yaitu salah satunya adalah PW Fatayat dari DIY yang pandangan umumnya dibacakan oleh "Sahabat" (panggilan untuk sesama anggota Fatayat NU) Nur Jannah. 

PW Fatayat DIY memberi catatan antara lain masalah kaderisasi; koordinasi di setiap jenjang kepengurusan termasuk pengagendaan turba (turun ke bawah); rekomendasi IAFNU (Ikatan Alumni Fatayat NU) sebagai ikatan kultural saja bukan diakomodir dalam PD/PRT sehubungan dengan kaderisasi ke jenjang selanjutnya yaitu Muslimat NU; adanya sinergi program, yaitu program yang diperoleh MOU pusat hendaknya bisa diteruskan atau sampai ke PW dan PC Fatayat; dan tidak terlibatnya dalam politik praktis. 

Fatayat adalah bagian dari NU, maka jalan politik yang dilakukan Fatayat adalah seirama dengan NU. Berpolitik adalah hak setiap warga negara. Hal ini sudah dijamin dan dilindungi undang-undang. Fatayat berpolitik hendaknya berdasarkan konstitusi, namun bukan membawa Fatayat ke dalam kepentingan sesaat, akan tetapi, sesuai dengan khittah NU, yakni kaidah berpolitik yang sudah diputuskan dalam Muktamar NU di Krapyak 1989.  

Selain tanggapan dari para PW Fatayat lewat pandangan-pandangan umum yang disampaikan, ada hal yang menarik dalam forum ini, yaitu hampir semua PW Fatayat (99%) kecuali PW Fatayat DIY telah mengumumkan pilihan mereka secara langsung untuk Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU terhadap salah satu kandidat ketua umum tersebut. Hal ini seharusnya dilakukan lewat pemilihan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia sehari setelah LPJ disampaikan, yaitu sesuai dengan agenda yang dibuat oleh panitia kongres yang sekaligus juga bagian dari pengurus Fatayat NU baik pusat maupun wilayah. |Aditya|URS|

back to top