Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Kongres Fatayat NU XV: Belum pemilihan Ketum, 99% sudah "YA"

Foto: Forum LPJ Pimpinan Pusat Fatayat NU 2010-2015 Foto: Forum LPJ Pimpinan Pusat Fatayat NU 2010-2015

Surabaya-KoPi| Dalam Kongres Fatayat NU XV, sebelum pemilihan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, adanya laporan pertanggungjawaban (LPJ) pimpinan pusat Fatayat NU periode 2010-2015 disampaikan dalam forum yang dihadiri oleh pengurus wilayah (PW) dan cabang (PC) Fatayat dari 35 propinsi di Indonesia dan satu pengurus wilayah dari Malaysia.

LPJ tersebut kemudian ditanggapi oleh para PW Fatayat untuk diterima atau tidak lewat pandangan umum dari masing-masing PW Fatayat. Hasil yang diperoleh adalah 100% menerima LPJ tersebut meskipun ada sedikit PW Fatayat yang menerima dengan catatan atau evaluasi, yaitu salah satunya adalah PW Fatayat dari DIY yang pandangan umumnya dibacakan oleh "Sahabat" (panggilan untuk sesama anggota Fatayat NU) Nur Jannah. 

PW Fatayat DIY memberi catatan antara lain masalah kaderisasi; koordinasi di setiap jenjang kepengurusan termasuk pengagendaan turba (turun ke bawah); rekomendasi IAFNU (Ikatan Alumni Fatayat NU) sebagai ikatan kultural saja bukan diakomodir dalam PD/PRT sehubungan dengan kaderisasi ke jenjang selanjutnya yaitu Muslimat NU; adanya sinergi program, yaitu program yang diperoleh MOU pusat hendaknya bisa diteruskan atau sampai ke PW dan PC Fatayat; dan tidak terlibatnya dalam politik praktis. 

Fatayat adalah bagian dari NU, maka jalan politik yang dilakukan Fatayat adalah seirama dengan NU. Berpolitik adalah hak setiap warga negara. Hal ini sudah dijamin dan dilindungi undang-undang. Fatayat berpolitik hendaknya berdasarkan konstitusi, namun bukan membawa Fatayat ke dalam kepentingan sesaat, akan tetapi, sesuai dengan khittah NU, yakni kaidah berpolitik yang sudah diputuskan dalam Muktamar NU di Krapyak 1989.  

Selain tanggapan dari para PW Fatayat lewat pandangan-pandangan umum yang disampaikan, ada hal yang menarik dalam forum ini, yaitu hampir semua PW Fatayat (99%) kecuali PW Fatayat DIY telah mengumumkan pilihan mereka secara langsung untuk Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU terhadap salah satu kandidat ketua umum tersebut. Hal ini seharusnya dilakukan lewat pemilihan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia sehari setelah LPJ disampaikan, yaitu sesuai dengan agenda yang dibuat oleh panitia kongres yang sekaligus juga bagian dari pengurus Fatayat NU baik pusat maupun wilayah. |Aditya|URS|

back to top