Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Konflik Timur Tengah, persedian makanan pokok dunia terancam

Konflik Timur Tengah, persedian makanan pokok dunia terancam

Inggris-KoPi, Jutaan makhluk bernyawa bisa terancam karena konflik Timur Tengah berdampak pada hasil pertanian, para peneliti memperingatkan.

Beberapa lahan-lahan  di daerah hutan yang subur untuk pertanian dan memproduksi makanan untuk dunia berasal dari daerah Bulan Sabit tersebut, yaitu daerah yang meliputi Irak, Syria, Israel dan Lebanon.

Kerugian hasil pertanian tersebut bisa mempunyai dampak yang signifikan terhadap kemampuan dunia untuk bisa memberi makan dirinya sendiri di masa selanjutnya, para ahli mengatakan.

Tapi, proporsi yang besar dari lahan subur di daerah hutan tersebut menjadi terancam karena juga  disebabkan oleh punahnya atau berkurangnya satwa-satwa di sana.

Dr Nigel Mated dari University of Birmingham mengatakan bahwa pada tahun 2050 populasi dunia diperkirakan tumbuh dari 7,26 milyar menjadi 9,6 milyar, dan bisa jadi lebih banyak orang akan lebih banyak orang yang kelaparan juga.

Para ahli dari universitas tersebut ikut bertisipasi dengan apa yang diprakarsai oleh PBB ‘Food and Agriculture Organisation untuk melakukan konservasi terhadap timbuh-tumbuhan di beberapa negara tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top