Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Konflik Timur Tengah, persedian makanan pokok dunia terancam

Konflik Timur Tengah, persedian makanan pokok dunia terancam

Inggris-KoPi, Jutaan makhluk bernyawa bisa terancam karena konflik Timur Tengah berdampak pada hasil pertanian, para peneliti memperingatkan.

Beberapa lahan-lahan  di daerah hutan yang subur untuk pertanian dan memproduksi makanan untuk dunia berasal dari daerah Bulan Sabit tersebut, yaitu daerah yang meliputi Irak, Syria, Israel dan Lebanon.

Kerugian hasil pertanian tersebut bisa mempunyai dampak yang signifikan terhadap kemampuan dunia untuk bisa memberi makan dirinya sendiri di masa selanjutnya, para ahli mengatakan.

Tapi, proporsi yang besar dari lahan subur di daerah hutan tersebut menjadi terancam karena juga  disebabkan oleh punahnya atau berkurangnya satwa-satwa di sana.

Dr Nigel Mated dari University of Birmingham mengatakan bahwa pada tahun 2050 populasi dunia diperkirakan tumbuh dari 7,26 milyar menjadi 9,6 milyar, dan bisa jadi lebih banyak orang akan lebih banyak orang yang kelaparan juga.

Para ahli dari universitas tersebut ikut bertisipasi dengan apa yang diprakarsai oleh PBB ‘Food and Agriculture Organisation untuk melakukan konservasi terhadap timbuh-tumbuhan di beberapa negara tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top