Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Konflik Timur Tengah, persedian makanan pokok dunia terancam

Konflik Timur Tengah, persedian makanan pokok dunia terancam

Inggris-KoPi, Jutaan makhluk bernyawa bisa terancam karena konflik Timur Tengah berdampak pada hasil pertanian, para peneliti memperingatkan.

Beberapa lahan-lahan  di daerah hutan yang subur untuk pertanian dan memproduksi makanan untuk dunia berasal dari daerah Bulan Sabit tersebut, yaitu daerah yang meliputi Irak, Syria, Israel dan Lebanon.

Kerugian hasil pertanian tersebut bisa mempunyai dampak yang signifikan terhadap kemampuan dunia untuk bisa memberi makan dirinya sendiri di masa selanjutnya, para ahli mengatakan.

Tapi, proporsi yang besar dari lahan subur di daerah hutan tersebut menjadi terancam karena juga  disebabkan oleh punahnya atau berkurangnya satwa-satwa di sana.

Dr Nigel Mated dari University of Birmingham mengatakan bahwa pada tahun 2050 populasi dunia diperkirakan tumbuh dari 7,26 milyar menjadi 9,6 milyar, dan bisa jadi lebih banyak orang akan lebih banyak orang yang kelaparan juga.

Para ahli dari universitas tersebut ikut bertisipasi dengan apa yang diprakarsai oleh PBB ‘Food and Agriculture Organisation untuk melakukan konservasi terhadap timbuh-tumbuhan di beberapa negara tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top