Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Konflik Suriah: 3 juta anak putus sekolah

Konflik Suriah: 3 juta anak putus sekolah
Suriah-KoPi- Sebuah kelompok bantuan internasional mengatakan hampir tiga juta anak Suriah tidak sekolah karena perang berkecamuk di negara mereka.

Sebuah laporan dari UK menambahkan bahwa ratusan ribu anak-anak pengungsi di Suriah sedang berjuang agar bisa bersekolah. Laporan yang dirilis pada hari Kamis mengatakan konflik Suriah telah memasuki tahun keempat dan anak-anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak.

Di Suriah, tercatat 3.465 sekolah hancur atau digunakan untuk tujuan militer. 

PBB melaporkan, perang sipil Suriah telah menewaskan setidaknya 190.000 orang. Hampir tiga juta warga Suriah telah melarikan diri negara itu.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top