Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Konflik Suriah: 3 juta anak putus sekolah

Konflik Suriah: 3 juta anak putus sekolah
Suriah-KoPi- Sebuah kelompok bantuan internasional mengatakan hampir tiga juta anak Suriah tidak sekolah karena perang berkecamuk di negara mereka.

Sebuah laporan dari UK menambahkan bahwa ratusan ribu anak-anak pengungsi di Suriah sedang berjuang agar bisa bersekolah. Laporan yang dirilis pada hari Kamis mengatakan konflik Suriah telah memasuki tahun keempat dan anak-anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak.

Di Suriah, tercatat 3.465 sekolah hancur atau digunakan untuk tujuan militer. 

PBB melaporkan, perang sipil Suriah telah menewaskan setidaknya 190.000 orang. Hampir tiga juta warga Suriah telah melarikan diri negara itu.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top