Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Konflik Rohingya, pemerintah Indonesia harus lakukan advokasi

Konflik Rohingya, pemerintah Indonesia  harus lakukan advokasi
Surabaya - KoPi | Seorang biksu Buddha Myanmar, Ashin Wirathu, merupakan dalang atas penyerangan Muslim Rohingya di Myanmar. Adanya konflik etnis yang dilakukan warga Myanmar dan kelompok radikal Buddha merupakan kekhawatiran berkembangnya Islam di Myanmar. Akibatnya warga Rohingya terusir dan kini meminta pertolongan negara lain.

Aceh menjadi tempat di mana lebih dari 1000 pengungsi Rohingya bersandar. Ketika warga Rohinya ditolak oleh angkatan laut Indonesia dan Malaysia, para nelayan Aceh justru berbondong-bondong menolong mereka.

Menurut Syuhel Maidi Syukur, Presiden Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KSNR), keterlibatan warga Indonesia membantu Muslim Rohingya dilakukan sejak tahun 2012 lewat bantuan lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap). Bantuan masyarakat tersebut digunakan untuk membangun shelter layak huni bagi pengungsi Rohingya, pangan, dan bantuan kesehatan.

“Saat ini yang dibutuhkan pengungsi Rohingya di Aceh atau yang masih berada di laut adalah bantuan pangan, sandang, dan tempat tinggal. Namun, yang lebih dibutuhkan mereka adalah diplomasi negara-negara dunia terhadap Myanmar. Diplomasi itu untuk mendesak Myanmar agar segera menyelesaikan konflik sehingga warga Rohingya akan kembali merasa aman,” ujar Syukur saat dihubungi KoPi.

Syukur menilai bahwa konflik kemanusiaan ini akan terus terjadi jika pemerintah Myanmar tetap bungkam. “Masih ada ratusan ribu penduduk Rohingya yang terancam di Myanmar, maka Indonesia harus bergerak untuk mendesak Myanmar segera menyelesaikan konflik tersebut,” ujar Syukur.

Indonesia merupakan negara yang memiliki peran strategis di ASEAN. Peran Indonesia dalam beberapa proyek pembangunan di Myanmar merupakan bentuk kedekatan diplomasi antara kedua negara. Kedekatan tersebut harus dimanfaatkan pemerintah untuk menciptakan advokasi bagi Muslim Rohingnya disana.

“Isu Rohingya adalah isu kemanusiaan. Jika Indonesia terus menerus menampung pengungsi Rohingya, lama-alam pasti akan kewalahan. Hal yang perlu dilakukan adalah deklarasi perdamaian, sehingga warga Rohingya bisa kembali ke Myanmar dengan kebebasan beragama dan mendapatkan hak asasinya sebagai manusia,” ujarnya. | Labibah

back to top