Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Konflik Gojek : Sama sama cari rejeki, ayolah jangan dihalangi

Konflik Gojek : Sama sama cari rejeki, ayolah jangan dihalangi
Jakarta - KoPi | Kontroversi keberadaan ojek jenis baru memang belum usai. Pasalnya, sejak Gojek diluncurkan Januari 2015 lalu, kontroversi keberadaan transportasi elektronik ini menuai kecaman beberapa pihak. Terutama para tukang tukang ojek pangkalan biasa.
 

Baru-baru ini terjadi sebuah pemukulan terhadap sopir gojek wanita, Istiqomah, yang mengangkut seorang penumpang saat turun angkot. Istiqomah dipukul oleh Bambang yang merupakan tukang ojek yang sedang mangkal dengan dalih mengambil pelanggan setianya.

Keberadaan gojek sendiri menuai permasalahan baru bagi para tukang ojek. Sehingga konflik antar dua kubu tersebut menjadi hal yang sulit diselesaikan.

Anwar Anugrah Syah, selaku supir gojek mengaku kerap menerima beberapa perlakuan yang tidak menyenangkan. “Tiap lewat pangkalan ojek tertentu saya disorakin, disautin, diteriakin kenceng banget. Belum pernah kena pukul sih, saya ngebut aja,” ujarnya kepada KoPi.

Menurut Anwar yang dulunya seorang pekerja restoran, penghasilannya saat menjadi tukang gojek sangat besar. Ia mengaku setiap harinya mendapat puluhan penumpang.

“Sama-sama cari rejeki, ayoklah masa kita dihalang-halangi. Toh kita legal ada perusahaan jelas. Kalo mereka merasa dirugikan dengan Gojek, kenapa mereka gak jadi bagian gojek. Toh sangat gampang mendaftar menjadi tukang Gojek,” lanjut Anwar.

Toha, selaku salah satu tukang ojek di Jagakarsa menanggapi pernyataan Anwar. Baginya, menjadi tukang ojek merupakan penghasilannya selama berpuluh tahun.

“Orderan jadi nurun, pelanggan pada kabur. Saya gak bisa daftar jadi gojek, orang kita gak ada yang bisa main handphone. Ngojek kan pake motor aja ngapain pake handphone segala” ujarnya

Apalagi dengan munculnya tanggapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama dengan melegalkan adanya gojek. Sehingga konflik gojek dengan tukang ojek akan terus berlangsung.|Labibah

back to top