Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Konflik Gojek : Sama sama cari rejeki, ayolah jangan dihalangi

Konflik Gojek : Sama sama cari rejeki, ayolah jangan dihalangi
Jakarta - KoPi | Kontroversi keberadaan ojek jenis baru memang belum usai. Pasalnya, sejak Gojek diluncurkan Januari 2015 lalu, kontroversi keberadaan transportasi elektronik ini menuai kecaman beberapa pihak. Terutama para tukang tukang ojek pangkalan biasa.
 

Baru-baru ini terjadi sebuah pemukulan terhadap sopir gojek wanita, Istiqomah, yang mengangkut seorang penumpang saat turun angkot. Istiqomah dipukul oleh Bambang yang merupakan tukang ojek yang sedang mangkal dengan dalih mengambil pelanggan setianya.

Keberadaan gojek sendiri menuai permasalahan baru bagi para tukang ojek. Sehingga konflik antar dua kubu tersebut menjadi hal yang sulit diselesaikan.

Anwar Anugrah Syah, selaku supir gojek mengaku kerap menerima beberapa perlakuan yang tidak menyenangkan. “Tiap lewat pangkalan ojek tertentu saya disorakin, disautin, diteriakin kenceng banget. Belum pernah kena pukul sih, saya ngebut aja,” ujarnya kepada KoPi.

Menurut Anwar yang dulunya seorang pekerja restoran, penghasilannya saat menjadi tukang gojek sangat besar. Ia mengaku setiap harinya mendapat puluhan penumpang.

“Sama-sama cari rejeki, ayoklah masa kita dihalang-halangi. Toh kita legal ada perusahaan jelas. Kalo mereka merasa dirugikan dengan Gojek, kenapa mereka gak jadi bagian gojek. Toh sangat gampang mendaftar menjadi tukang Gojek,” lanjut Anwar.

Toha, selaku salah satu tukang ojek di Jagakarsa menanggapi pernyataan Anwar. Baginya, menjadi tukang ojek merupakan penghasilannya selama berpuluh tahun.

“Orderan jadi nurun, pelanggan pada kabur. Saya gak bisa daftar jadi gojek, orang kita gak ada yang bisa main handphone. Ngojek kan pake motor aja ngapain pake handphone segala” ujarnya

Apalagi dengan munculnya tanggapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama dengan melegalkan adanya gojek. Sehingga konflik gojek dengan tukang ojek akan terus berlangsung.|Labibah

back to top