Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Konflik Gojek : Sama sama cari rejeki, ayolah jangan dihalangi

Konflik Gojek : Sama sama cari rejeki, ayolah jangan dihalangi
Jakarta - KoPi | Kontroversi keberadaan ojek jenis baru memang belum usai. Pasalnya, sejak Gojek diluncurkan Januari 2015 lalu, kontroversi keberadaan transportasi elektronik ini menuai kecaman beberapa pihak. Terutama para tukang tukang ojek pangkalan biasa.
 

Baru-baru ini terjadi sebuah pemukulan terhadap sopir gojek wanita, Istiqomah, yang mengangkut seorang penumpang saat turun angkot. Istiqomah dipukul oleh Bambang yang merupakan tukang ojek yang sedang mangkal dengan dalih mengambil pelanggan setianya.

Keberadaan gojek sendiri menuai permasalahan baru bagi para tukang ojek. Sehingga konflik antar dua kubu tersebut menjadi hal yang sulit diselesaikan.

Anwar Anugrah Syah, selaku supir gojek mengaku kerap menerima beberapa perlakuan yang tidak menyenangkan. “Tiap lewat pangkalan ojek tertentu saya disorakin, disautin, diteriakin kenceng banget. Belum pernah kena pukul sih, saya ngebut aja,” ujarnya kepada KoPi.

Menurut Anwar yang dulunya seorang pekerja restoran, penghasilannya saat menjadi tukang gojek sangat besar. Ia mengaku setiap harinya mendapat puluhan penumpang.

“Sama-sama cari rejeki, ayoklah masa kita dihalang-halangi. Toh kita legal ada perusahaan jelas. Kalo mereka merasa dirugikan dengan Gojek, kenapa mereka gak jadi bagian gojek. Toh sangat gampang mendaftar menjadi tukang Gojek,” lanjut Anwar.

Toha, selaku salah satu tukang ojek di Jagakarsa menanggapi pernyataan Anwar. Baginya, menjadi tukang ojek merupakan penghasilannya selama berpuluh tahun.

“Orderan jadi nurun, pelanggan pada kabur. Saya gak bisa daftar jadi gojek, orang kita gak ada yang bisa main handphone. Ngojek kan pake motor aja ngapain pake handphone segala” ujarnya

Apalagi dengan munculnya tanggapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama dengan melegalkan adanya gojek. Sehingga konflik gojek dengan tukang ojek akan terus berlangsung.|Labibah

back to top