Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Konflik Gojek : Sama sama cari rejeki, ayolah jangan dihalangi

Konflik Gojek : Sama sama cari rejeki, ayolah jangan dihalangi
Jakarta - KoPi | Kontroversi keberadaan ojek jenis baru memang belum usai. Pasalnya, sejak Gojek diluncurkan Januari 2015 lalu, kontroversi keberadaan transportasi elektronik ini menuai kecaman beberapa pihak. Terutama para tukang tukang ojek pangkalan biasa.
 

Baru-baru ini terjadi sebuah pemukulan terhadap sopir gojek wanita, Istiqomah, yang mengangkut seorang penumpang saat turun angkot. Istiqomah dipukul oleh Bambang yang merupakan tukang ojek yang sedang mangkal dengan dalih mengambil pelanggan setianya.

Keberadaan gojek sendiri menuai permasalahan baru bagi para tukang ojek. Sehingga konflik antar dua kubu tersebut menjadi hal yang sulit diselesaikan.

Anwar Anugrah Syah, selaku supir gojek mengaku kerap menerima beberapa perlakuan yang tidak menyenangkan. “Tiap lewat pangkalan ojek tertentu saya disorakin, disautin, diteriakin kenceng banget. Belum pernah kena pukul sih, saya ngebut aja,” ujarnya kepada KoPi.

Menurut Anwar yang dulunya seorang pekerja restoran, penghasilannya saat menjadi tukang gojek sangat besar. Ia mengaku setiap harinya mendapat puluhan penumpang.

“Sama-sama cari rejeki, ayoklah masa kita dihalang-halangi. Toh kita legal ada perusahaan jelas. Kalo mereka merasa dirugikan dengan Gojek, kenapa mereka gak jadi bagian gojek. Toh sangat gampang mendaftar menjadi tukang Gojek,” lanjut Anwar.

Toha, selaku salah satu tukang ojek di Jagakarsa menanggapi pernyataan Anwar. Baginya, menjadi tukang ojek merupakan penghasilannya selama berpuluh tahun.

“Orderan jadi nurun, pelanggan pada kabur. Saya gak bisa daftar jadi gojek, orang kita gak ada yang bisa main handphone. Ngojek kan pake motor aja ngapain pake handphone segala” ujarnya

Apalagi dengan munculnya tanggapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama dengan melegalkan adanya gojek. Sehingga konflik gojek dengan tukang ojek akan terus berlangsung.|Labibah

back to top