Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kondisi Gunung Api Sangeang saat ini

Kondisi Gunung Api Sangeang saat ini

Indonesia-KoPi, Gunung Api Sangeang di Nusa Tenggara Barat masih terus memuntahkan abu vulkanik setelah gunung tersebut meletus pada hari Jum’at pekan lalu. Ribuan penduduk di tiga daerah terdekat dengan gunung—Ambalawi, Sape dan Wera—sangat membutuhkan masker dan air bersih yang dapat diminum.

“Sampai hari Minggu pagi, terjadi beberapa kali gempa vulkanik. Aktivitas vulkanik meliputi penyemburan gas dan debu vulkanik juga terjadi, namun kini sudah berkurang,” papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Wedha Magma Ardhi, kepada The Jakarta Post hari Minggu kemarin.


Ardhi menyatakan bahwa menurunnya aktivitas vulkanik Gunung Api Sangeang dapat dilihat dari kepulan asap yang keluar pada hari Minggu. Kepulan asap tersebut lebih tipis dibanding hari-hari sebelumnya.  Penduduk di daerah Wera juga sudah dapat melihat puncak gunung yang sebelumnya terhalang oleh kepulan asap.


Tim penolong dari BPBD Nusa Tenggara Barat tiba di Wera pada hari Sabtu pagi. Mereka membagikan masker, tenda darurat dan makanan instan ke lokasi-lokasi yang dipersiapkan untuk tempat evakuasi.


Ardhi juga menyatakan bahwa evakuasi besar-besaran belum dilakukan mengingat lokasi gunung tersebut berada di pulau Sangeang Pulo, sekitar 10 kilometer dari pulau utama Bima. Sangeang Pulo tidak dihuni dan hanya digunakan untuk lahan pertanian.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net 

back to top