Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kompromi Ruki, Kelemahan KPK

Kompromi Ruki, Kelemahan KPK
Surabaya – KoPi | Keputusan Jokowi untuk tidak melantik Budi Gunawan dipandang sudah tepat oleh Dosen Fisipol UGM Muhammad Najib Azka. Hal itu konsisten dengan semangat pemberantasan korupsi yang dikampanyekan Jokowi. Meski demikian, keputusan Jokowi dalam pengangkatan Taufiqurahman Ruki sebagai Ketua KPK sementara adalah sebuah kebijakan yang kompromitis.
 

“Ruki dipilih karena ia termasuk dalam jajaran orang-orang yang moderat hingga lunak. Ketika dihadapkan dengan isu-isu besar, seperti konflik dengan Polri ini, ia cenderung akomodatif, tidak berani konfrontatif. Nah ini yang membuat legitimasi Jokowi jadi merosot karena dianggap kebijakannya melemahkan dan melumpuhkan KPK,” ujarnya (6/3).

Ruki sendiri saat ini berada dalam posisi ambigu. Sebelumnya ia mengatakan tidak akan menyerah dalam kasus BG. Namun nyatanya ia melimpahkan kasus BG ke Kepolisian. 

Najib menganggap perlu ada langkah-langkah untuk mengembalikan kepercayaan publik pada Jokowi. Meski demikian ia yakin Jokowi tidak akan memberhentikan Ruki karena masalah ini. Hal yang mungkin terjadi adalah Jokowi akan menekan Ruki untuk bersikap tertentu.

Diakui Najib, Ruki memiliki kelebihan dalam menjembatani antara KPK dan Polri. Ia adalah seorang senior dalam Institusi Kepolisian RI. Ia mencoba menjembatani KPK dengan Polri sehingga tidak konfrontatif dan antagonistik. Selain itu, selama dia menjabat sebagai Ketua KPK ia dianggap cukup baik dan tidak bermasalah. 

“Meskipun hal itu mungkin karena KPK saat itu belum menghadapi musuh-musuh yang besar. Karena itu ia cukup aman dalam periode itu. Tapi sekarang dalam kondisi yang seperti ini sifat Ruki yang akomodatif bisa menjadi masalah baru. Pola Ruki yang akomodatif itu dianggap sebagai kelemahan bagi KPK,” ujar Najib.

 

back to top