Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Kompromi Ruki, Kelemahan KPK

Kompromi Ruki, Kelemahan KPK
Surabaya – KoPi | Keputusan Jokowi untuk tidak melantik Budi Gunawan dipandang sudah tepat oleh Dosen Fisipol UGM Muhammad Najib Azka. Hal itu konsisten dengan semangat pemberantasan korupsi yang dikampanyekan Jokowi. Meski demikian, keputusan Jokowi dalam pengangkatan Taufiqurahman Ruki sebagai Ketua KPK sementara adalah sebuah kebijakan yang kompromitis.
 

“Ruki dipilih karena ia termasuk dalam jajaran orang-orang yang moderat hingga lunak. Ketika dihadapkan dengan isu-isu besar, seperti konflik dengan Polri ini, ia cenderung akomodatif, tidak berani konfrontatif. Nah ini yang membuat legitimasi Jokowi jadi merosot karena dianggap kebijakannya melemahkan dan melumpuhkan KPK,” ujarnya (6/3).

Ruki sendiri saat ini berada dalam posisi ambigu. Sebelumnya ia mengatakan tidak akan menyerah dalam kasus BG. Namun nyatanya ia melimpahkan kasus BG ke Kepolisian. 

Najib menganggap perlu ada langkah-langkah untuk mengembalikan kepercayaan publik pada Jokowi. Meski demikian ia yakin Jokowi tidak akan memberhentikan Ruki karena masalah ini. Hal yang mungkin terjadi adalah Jokowi akan menekan Ruki untuk bersikap tertentu.

Diakui Najib, Ruki memiliki kelebihan dalam menjembatani antara KPK dan Polri. Ia adalah seorang senior dalam Institusi Kepolisian RI. Ia mencoba menjembatani KPK dengan Polri sehingga tidak konfrontatif dan antagonistik. Selain itu, selama dia menjabat sebagai Ketua KPK ia dianggap cukup baik dan tidak bermasalah. 

“Meskipun hal itu mungkin karena KPK saat itu belum menghadapi musuh-musuh yang besar. Karena itu ia cukup aman dalam periode itu. Tapi sekarang dalam kondisi yang seperti ini sifat Ruki yang akomodatif bisa menjadi masalah baru. Pola Ruki yang akomodatif itu dianggap sebagai kelemahan bagi KPK,” ujar Najib.

 

back to top