Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Komplotan pembobol ATM tertangkap di Sleman

Komplotan pembobol ATM tertangkap di Sleman

Jogja-KoPi| Polisi Sektor Ngaglik menangkap 4 kawanan pembobol ATM lintas daerah. Pelaku menggunakan lidi dan tusuk gigi saat menjalankan aksi. Keempat kawanan tersebut biasa mengincar mesin ATM di perbelanjaan.

Modus pembobolan dilakukan dengan berpura-pura membantu orang yang kesulitan mengambil uang. Sebelumnya, para pelaku telah mempersiapkan jebakan di mesin ATM dengan mengganjal mesin agar macet.

Kepala polisi sektor Ngaglik, Danang Kuntadi, menjelaskan 4 komplotan pembobol bank tersebut memiliki peran yang berbeda saat menjalankan aksinya.

"4 tersangka ini memiliki peran masing-masing, ada yang membantu korban, ada yang mengambil ATM asli lalu menukar dengan ATM yang sudah disiapkan,ada yang berusaha melihat PIN,dan ada yang mencairkan," jelasnya di kantor Polsek Ngaglik,Kamis (2/3).

4 kawanan pembobolan tersebut berinisial P, Eri, JM, dan RC. Keempatnya berasal dari luar kota Yogyakarta. Aksi mereka terlacak saat laporan pembobolan ATM masuk ke Polsek Ngaglik di salah satu ATM Indomaret di Prujakan, Sinduarjo, Ngaglik Sleman pada tanggal 23 Januari 2017. Mereka mengaku sudah beraksi di dua TKP di Sleman.

Danang melihat keempat pelaku pembobolan terfokus pada mesin ATM yang terdapat di perbelanjaan seperti Indomaret, Alfa Maret atau yang menyediakan mesin ATM.

Danang juga menambahkan bahwa keempat pelaku sudah melakukan pembobolan ini di banyak daerah sejak tahun 2015.

"Karena di sini pelaku dapat leluasa dan mengawasi saat melaksanakan aksi pembobolan, kedua pelaku ini melakukan aksi dengan lintas provinsi, mereka setelah membobol satu daerah semisal Purwokerto, mereka akan bergerak untuk berpindah ke wilayah lain," katanya.

Tersangka inisial P bersama komplotannya menggunakan mobil datang ke salah satu Indomaret atau perbelanjaan yang menyediakan ATM.

Setelah ada laporan masuk, Danang dan kepolisian melakukan penyelidikan teknis, seperti melacak Ponsel sampai merunut kejadian dan berhasil melakukan identifikasi keempat tersangka pada tanggal 16 Februari.

Selanjutnya kepolisian sektor Ngaglik melakukan penangkapan pada tanggal yang sama bertempat di Pakem, Sleman. Keempat pelaku terkena pasal 363 dan terancam hukuman 7 tahun penjara. Para pelaku ini sudah mendapatkan lebih dari 50 juta.

"TKP pertama kebobolan 40 juta lebih, TKP kedua kebobolan 16 juta" jelasnya.

Danang Kuntadi menghimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan PIN sembarangan. Meskipun yang meminta PIN tersebut adalah orang yang mengaku dari pegawai bank.

"Masyarakat kita himbau untuk tidak memberikan PINnya sembarangan, bank sendiri tidak akan menanyakan terkait PIN ATM kita," pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top