Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Komoditas angkutan udara dorong inflasi di Yogyakarta pada April 2018

Jogja-KoPi| Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (BPS DIY) menghitung pada bulan April 2018 di Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,10%. Andil terbesar pendorong inflasi sendiri adalah komoditas angkutan udara.

"Andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya: angkutan udara naik 6,25 persen dengan memberikan andil 0,09 persen; selanjutnya diikuti bawang merah, bensin, tukang bukan mandor, telur ayam ras, dan seterusnya," terang BPS dalam rilis resminya, ditulis Senin (7/5).

Terhitung bwang merah mengalami kenaikan 16,73% dengan memberikan andil 0,07% Bensin naik 1,13% memberikan andil 0,04% .Tukang bukan mandor dan telur ayam ras naik masing-masing 1,48%, 4,43% dengan masing- masing memberikan andil 0,03%. 

Komoditas Apel, jeruk, susu untuk balita, pasir, daging ayam ras, kayu balokan, emas perhiasan, ayam hidup, pisang dan martabak naik masing-masing 4,44%, 1,93%, 1,15%, 1,03%, 0,80%, 1,50%, 0,78%, 5,77%, 1,26%, dan 3,19% dengan masing-masing memberikan andil 0,01%.

Sementara Komoditas yang menekan inflasi atau mengalami penurunan harga diantaranya beras, bawang putih, cabai rawit, pepaya, cabai merah, brokoli dan melon.

"Beras turun 3,09 persen memberikan andil -0,12 persen; bawang putih turun 8,32 persen dengan memberikan andil-0,04 persen, cabai rawit turun 22,03 persen dengan memberikan andil sebesar -0,03 persen; pepaya, cabai merah, brokoli dan melon turun 3,57 persen, 3,79 persen, 9,01 persen dan 9,65 persen dengan masing -masing memberikan andil sebesar -0,01 persen,"tulisnya.

Laju Inflasi kalender 2018 (Dari April 2018 ke Desember 2017) di Yogyakarta sendiri sebesar 0,76 persen dan laju inflasi year on year (April 2018 terhadap April 2017) sebesar 3,11 persen.

Lebih lanjut , BPS menghitung dari 82 kota pada angka inflasi,  54 Kota Indeks Harga Konsumsi (IHK) mengalami inflasi, dan 28 Kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,32% diikuti Kota Manado dan Pangkal Pinang masing-masing sebesar 1,09% dan 1,0%, sedangkan Inflasi terendah terjadi di Kota Padang dan Kudus masing-masing sebesar 0,01%. Deflasi terbesar terjadi di Kota Tual sebesar 2,26% dan deflasi terkecil terjadi di Kota Medan, Bandarlampung, dan Tegal masing-masing sebesar 0,01%. 

back to top