Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Komoditas angkutan udara dorong inflasi di Yogyakarta pada April 2018

Jogja-KoPi| Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (BPS DIY) menghitung pada bulan April 2018 di Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,10%. Andil terbesar pendorong inflasi sendiri adalah komoditas angkutan udara.

"Andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya: angkutan udara naik 6,25 persen dengan memberikan andil 0,09 persen; selanjutnya diikuti bawang merah, bensin, tukang bukan mandor, telur ayam ras, dan seterusnya," terang BPS dalam rilis resminya, ditulis Senin (7/5).

Terhitung bwang merah mengalami kenaikan 16,73% dengan memberikan andil 0,07% Bensin naik 1,13% memberikan andil 0,04% .Tukang bukan mandor dan telur ayam ras naik masing-masing 1,48%, 4,43% dengan masing- masing memberikan andil 0,03%. 

Komoditas Apel, jeruk, susu untuk balita, pasir, daging ayam ras, kayu balokan, emas perhiasan, ayam hidup, pisang dan martabak naik masing-masing 4,44%, 1,93%, 1,15%, 1,03%, 0,80%, 1,50%, 0,78%, 5,77%, 1,26%, dan 3,19% dengan masing-masing memberikan andil 0,01%.

Sementara Komoditas yang menekan inflasi atau mengalami penurunan harga diantaranya beras, bawang putih, cabai rawit, pepaya, cabai merah, brokoli dan melon.

"Beras turun 3,09 persen memberikan andil -0,12 persen; bawang putih turun 8,32 persen dengan memberikan andil-0,04 persen, cabai rawit turun 22,03 persen dengan memberikan andil sebesar -0,03 persen; pepaya, cabai merah, brokoli dan melon turun 3,57 persen, 3,79 persen, 9,01 persen dan 9,65 persen dengan masing -masing memberikan andil sebesar -0,01 persen,"tulisnya.

Laju Inflasi kalender 2018 (Dari April 2018 ke Desember 2017) di Yogyakarta sendiri sebesar 0,76 persen dan laju inflasi year on year (April 2018 terhadap April 2017) sebesar 3,11 persen.

Lebih lanjut , BPS menghitung dari 82 kota pada angka inflasi,  54 Kota Indeks Harga Konsumsi (IHK) mengalami inflasi, dan 28 Kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,32% diikuti Kota Manado dan Pangkal Pinang masing-masing sebesar 1,09% dan 1,0%, sedangkan Inflasi terendah terjadi di Kota Padang dan Kudus masing-masing sebesar 0,01%. Deflasi terbesar terjadi di Kota Tual sebesar 2,26% dan deflasi terkecil terjadi di Kota Medan, Bandarlampung, dan Tegal masing-masing sebesar 0,01%. 

back to top