Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Komoditas angkutan udara dorong inflasi di Yogyakarta pada April 2018

Jogja-KoPi| Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (BPS DIY) menghitung pada bulan April 2018 di Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,10%. Andil terbesar pendorong inflasi sendiri adalah komoditas angkutan udara.

"Andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya: angkutan udara naik 6,25 persen dengan memberikan andil 0,09 persen; selanjutnya diikuti bawang merah, bensin, tukang bukan mandor, telur ayam ras, dan seterusnya," terang BPS dalam rilis resminya, ditulis Senin (7/5).

Terhitung bwang merah mengalami kenaikan 16,73% dengan memberikan andil 0,07% Bensin naik 1,13% memberikan andil 0,04% .Tukang bukan mandor dan telur ayam ras naik masing-masing 1,48%, 4,43% dengan masing- masing memberikan andil 0,03%. 

Komoditas Apel, jeruk, susu untuk balita, pasir, daging ayam ras, kayu balokan, emas perhiasan, ayam hidup, pisang dan martabak naik masing-masing 4,44%, 1,93%, 1,15%, 1,03%, 0,80%, 1,50%, 0,78%, 5,77%, 1,26%, dan 3,19% dengan masing-masing memberikan andil 0,01%.

Sementara Komoditas yang menekan inflasi atau mengalami penurunan harga diantaranya beras, bawang putih, cabai rawit, pepaya, cabai merah, brokoli dan melon.

"Beras turun 3,09 persen memberikan andil -0,12 persen; bawang putih turun 8,32 persen dengan memberikan andil-0,04 persen, cabai rawit turun 22,03 persen dengan memberikan andil sebesar -0,03 persen; pepaya, cabai merah, brokoli dan melon turun 3,57 persen, 3,79 persen, 9,01 persen dan 9,65 persen dengan masing -masing memberikan andil sebesar -0,01 persen,"tulisnya.

Laju Inflasi kalender 2018 (Dari April 2018 ke Desember 2017) di Yogyakarta sendiri sebesar 0,76 persen dan laju inflasi year on year (April 2018 terhadap April 2017) sebesar 3,11 persen.

Lebih lanjut , BPS menghitung dari 82 kota pada angka inflasi,  54 Kota Indeks Harga Konsumsi (IHK) mengalami inflasi, dan 28 Kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,32% diikuti Kota Manado dan Pangkal Pinang masing-masing sebesar 1,09% dan 1,0%, sedangkan Inflasi terendah terjadi di Kota Padang dan Kudus masing-masing sebesar 0,01%. Deflasi terbesar terjadi di Kota Tual sebesar 2,26% dan deflasi terkecil terjadi di Kota Medan, Bandarlampung, dan Tegal masing-masing sebesar 0,01%. 

back to top