Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

KNKT, tentang isi blackbox AirAsia QZ8501 yang beredar

KNKT, tentang isi blackbox AirAsia QZ8501 yang beredar

KoPi | Satu minggu terakhir beredar berita tentang isi blackbox AirAsia QZ8501. Isi berita yang beredar seolah telah tahu kondisi dan kejadian dari rekaman. Marjono Siwosuwarno, ketua Tim investigasi pesawat mengklarifikasi bahwa berita itu tidak benar.

"Bohong! Itu (isi rekaman blackbox AirAsia) tidak benar". Tegasnya dalam konferensi pers di kantor KNKT (12/1/2015).

Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi, Masruri, meminta masyarakat agar tidak langsung percaya. Begitu juga media massa agar lebih hati-hati dalam menerima berita-berita yang belum jelas.

"Saya sampai jam ini belum pernah dengar rekaman CVR (cockpit Voice Recorder). 

Jika sampai isi blackbox bocor sebelum verifikasi dan ijin dari wewenang, tim akan masuk penjara. Jadi tidak mungkin beredar dan bocor ke publik.

Menurut analis perilaku sosial virtual dari Universitas Airlangga, Dr. Tuti Budirahayu, melalu telpon menjelaskan bahwa mungkin terjadi proses kesalahan tafsir dari satu sumber berita. 

"Dunia maya menyebakan lapisan-lapisan informasi yang rentan ditafsirkan. Saya baca, sesungguhnya itu cerita blackbock AdamAir yang pilot dan co-pilot berteriak Allahu Akbar. Tapi kok sampai bisa jadi isi AirAsia, itu di luar kendali. Itulah dunia maya. masyarakat harus bijaksana menyaringnya." | E. Hermawan

 

back to top