Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Klipper-Trenaunay Syndrome-menyerang anak usia dini

Klipper-Trenaunay Syndrome-menyerang anak usia dini

KoPi| Akshaj Khandelwal, dari Delhi menderita Klipper-Trenauny Syndrome. Ia harus berjuang untuk berjalan di atas penyakit lamgka yang ia derita. Kakinya berubah menjadi empat kali lebih besar dari ukuran kaki biasa dan dapat berdarah apabila berjalan lebih dari beberapa langkah.

Para ahli menyatakan bahwa penyakit ini menyerang 1:100.000 orang yang menyebabkan terganggunya proses berjalan. KTS adalah kondisi genetik langka yang mempengaruhi perkembangan pembuluh darah, jaringan lunak dan tulang.

Penyakit ini memiliki tiga efek samping utama: 'port wine stain' (Marley besar 'memar'), pertumbuhan berlebih dari tulang - terutama tungkai - dan varises.

Dr Krishan Chugh, kepala pediatri, mengatakan: "KTS adalah bentuk malformasi mana pembuluh darah tidak benar terbentuk. Ini adalah gangguan yang ditemukan terutama di kalangan anak-anak.


Kendati demikian, Akhsaj tetap berpandangan positif terhadap penyakit yang dideritanya meski tanpa obat. Ia menganggap bahwa penyakit atau kakinya itu adalah hadiah dari Tuhan yang berlebih.

Orang tuanya belum mampu mengutarakan keadaan sebenarnya pada anaknya. Mereka khawatir anaknya akan semakin down dan tidak lagi berfikir positif sehingga kesehatnnya justru semakin menurun.

Orang tuanya selalu memberikan semangat kepada anaknya. Disisi lain mereka merasa sedih dan terus mencari obat meski berulang kali pulang tanpa mendapatkan bantuan.| Daily Mail| Rofi'ah Nurhayati

back to top