Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Klipper-Trenaunay Syndrome-menyerang anak usia dini

Klipper-Trenaunay Syndrome-menyerang anak usia dini

KoPi| Akshaj Khandelwal, dari Delhi menderita Klipper-Trenauny Syndrome. Ia harus berjuang untuk berjalan di atas penyakit lamgka yang ia derita. Kakinya berubah menjadi empat kali lebih besar dari ukuran kaki biasa dan dapat berdarah apabila berjalan lebih dari beberapa langkah.

Para ahli menyatakan bahwa penyakit ini menyerang 1:100.000 orang yang menyebabkan terganggunya proses berjalan. KTS adalah kondisi genetik langka yang mempengaruhi perkembangan pembuluh darah, jaringan lunak dan tulang.

Penyakit ini memiliki tiga efek samping utama: 'port wine stain' (Marley besar 'memar'), pertumbuhan berlebih dari tulang - terutama tungkai - dan varises.

Dr Krishan Chugh, kepala pediatri, mengatakan: "KTS adalah bentuk malformasi mana pembuluh darah tidak benar terbentuk. Ini adalah gangguan yang ditemukan terutama di kalangan anak-anak.


Kendati demikian, Akhsaj tetap berpandangan positif terhadap penyakit yang dideritanya meski tanpa obat. Ia menganggap bahwa penyakit atau kakinya itu adalah hadiah dari Tuhan yang berlebih.

Orang tuanya belum mampu mengutarakan keadaan sebenarnya pada anaknya. Mereka khawatir anaknya akan semakin down dan tidak lagi berfikir positif sehingga kesehatnnya justru semakin menurun.

Orang tuanya selalu memberikan semangat kepada anaknya. Disisi lain mereka merasa sedih dan terus mencari obat meski berulang kali pulang tanpa mendapatkan bantuan.| Daily Mail| Rofi'ah Nurhayati

back to top