Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Klipper-Trenaunay Syndrome-menyerang anak usia dini

Klipper-Trenaunay Syndrome-menyerang anak usia dini

KoPi| Akshaj Khandelwal, dari Delhi menderita Klipper-Trenauny Syndrome. Ia harus berjuang untuk berjalan di atas penyakit lamgka yang ia derita. Kakinya berubah menjadi empat kali lebih besar dari ukuran kaki biasa dan dapat berdarah apabila berjalan lebih dari beberapa langkah.

Para ahli menyatakan bahwa penyakit ini menyerang 1:100.000 orang yang menyebabkan terganggunya proses berjalan. KTS adalah kondisi genetik langka yang mempengaruhi perkembangan pembuluh darah, jaringan lunak dan tulang.

Penyakit ini memiliki tiga efek samping utama: 'port wine stain' (Marley besar 'memar'), pertumbuhan berlebih dari tulang - terutama tungkai - dan varises.

Dr Krishan Chugh, kepala pediatri, mengatakan: "KTS adalah bentuk malformasi mana pembuluh darah tidak benar terbentuk. Ini adalah gangguan yang ditemukan terutama di kalangan anak-anak.


Kendati demikian, Akhsaj tetap berpandangan positif terhadap penyakit yang dideritanya meski tanpa obat. Ia menganggap bahwa penyakit atau kakinya itu adalah hadiah dari Tuhan yang berlebih.

Orang tuanya belum mampu mengutarakan keadaan sebenarnya pada anaknya. Mereka khawatir anaknya akan semakin down dan tidak lagi berfikir positif sehingga kesehatnnya justru semakin menurun.

Orang tuanya selalu memberikan semangat kepada anaknya. Disisi lain mereka merasa sedih dan terus mencari obat meski berulang kali pulang tanpa mendapatkan bantuan.| Daily Mail| Rofi'ah Nurhayati

back to top