Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Kisah Iblis si ahli ibadah

Kisah Iblis si ahli ibadah

KoPi| Iblis telah ditakdirkan sebagai musuh abadi umat manusia. Sejak Allah SWT melaknat dan mengusir Iblis dari surga, ia telah berjanji akan selamanya membawa manusia ke dalam kesesatan hingga hari kiamat nanti. Namun, benarkah Iblis sejak awal adalah makhluk terkutuk?

Ternyata tidak juga. Sebelum Nabi Adam AS diciptakan, nama Iblis adalah Azazil, dan ia merupakan makhluk yang paling mulia di sisi Allah SWT. Ia disebut sebagai makhluk yang pertama kali mendapatkan taufik untuk menyembah Allah SWT. Karena ibadahnya yang banyak dan bersungguh-sungguh, ia diangkat ke langit lapis ke tujuh, bahkan disebut sebagai Al-Abid atau Ahli Ibadah.

Nama Azazil secara harafiah berarti ‘Makhluk kuat Allah’ atau ‘Makhluk terhormat Allah’. Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan. Kata al-‘azâz terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis, karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya.

Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw (kesombongan), dari huruf zây muncul kata zuhw (sikap takabur), dari huruf alif muncul kata ibâ’ (pembangkangan) dan istikbâr (sifat angkuh). Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki Iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl.

Mengenai kisah Azazil sebelum menjadi Iblis, Hasan Al-Bashri menuturkan, “Azazil beribadah di tujuh lapisan langit hingga lebih dari 70.000 tahun, sampai ia diangkat ke Maqam Ridwan”. Karenanya, Azazil memiliki banyak julukan. Misalnya, di langit pertama ia dijuluki Al-Abid (ahli ibadah), di langit ke dua ar-Raki (ahli ruku’), di langit ke tiga as-Saajid (ahli sujud), di langit ke empat al-Khaasyi (selalu merendah dan takluk kepada Allah SWT), di langit ke lima al-Qaanit (selalu taat), di langit ke enam al-Mujtahid (selalu beribadah dengan sungguh-sungguh), dan di langit ke tujuh az-Zahid (sederhana). Dengan segala keistimewaannya tersebut, Azazil menjadi penghulu para malaikat, memiliki banyak ilmu, dan doanya selalu maqbul.

Sedangkan Abdullah Ibnu Abbas menuturkan, bahwa Azazil merupakan kabilah malaikat yang diangkat dari bangsa jin dan bertugas menjadi penjaga surga. Ia diciptakan dari sammum (angin panas atau api tanpa asap). Sedangkan jin adalah diciptakan dari nyala api atau ujung api. Sebelum Nabi Adam diciptakan, bangsa jin diturunkan ke bumi sebagai khalifah, namun mereka berbuat kerusakan dan saling membunuh.

Lalu Allah SWT menurunkan 800 nabi di antara bangsa jin itu, namun bangsa jin membunuh mereka satu persatu. Akhirnya Allah SWT mengutus Azazil untuk turun ke bumi dan memerangi bangsa jin yang tak beriman itu. Azazil dan pasukannya berhasil memukul mundur para jin tersebut hingga ke ujung lautan dan puncak gunung.

Kemenangan tersebut ternyata menimbulkan benih-benih kesombongan di hati Azazil. “Aku telah melakukan suatu hal yang belum pernah dilakukan oleh siapapun,” kata Azazil. Para malaikat yang bersamanya tidak mengetahui hal itu, namun Allah SWT mengetahui apa yang tersimpan di hati Azazil.

Suatu ketika, saat malaikat Israfil akan memasuki surga, ia melihat sebuah tulisan yang menyebutkan, “Akan ada salah seorang hamba di antara hamba-hamba Kekasih Tuhan Yang Maha Perkasa, dalam jangka waktu lama ia akan taat dan menghamba pada Tuhannya dengan amat baik. Akan datang suatu hari, akhirnya ia melawan dan menentang Tuhannya, dan ia akan diusir dari pintu-Nya dan dilaknat”.

Tulisan tersebut membuat Israfil ketakutan dan menangis, karena ia khawatir tulisan itu merupakan ramalan untuk bisa jadi untuk dirinya atau malaikat lain. Ia lalu mendatangi malaikat Jibril, dan Jibril pun ketakutan. Mereka lalu memutuskan untuk meminta Azazil untuk mendoakan para malaikat.

Azazil yang mendengar kabar itu lalu meminta ijin kepada Allah SWT mengutuk penentang yang dimaksud dalam tulisan tersebut. “Ya Allah, hamba-Mu mana yang berani menentang perintah-Mu, sungguh aku ikut melaknatnya”. Ia lalu memanjatkan doa “Ya Allah, lindungilah mereka dari laknat-Mu”.

Namun, dalam kesombongannya Azazil lupa bahwa ia juga hamba Allah dan tak menyadari bahwa kata ‘hamba’ dalam tulisan itu bisa menimpa siapa saja, termasuk dirinya. Ia akhirnya lupa mendoakan dirinya sendiri.

Hingga ketika Allah menciptakan Nabi Adam dari tanah, kesombongan Azazil terlihat dan ia menolak perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam. Jadilah Azazil dilaknat oleh Allah dan diusir dari surga. Namanya diubah menjadi Iblis, rupanya dijadikan buruk, dan segala ilmu serta gelarnya dicabut.
Benarkah demikian kisah awal mula Iblis? Wallahu’alam.

Beberapa ulama menyebut kisah atau hadist mengenai Azazil merupakan kisah Israiliyyah yang kebenarannya diragukan. Kisah Israiliyyah adalah kisah-kisah yang diceritakan oleh bangsa Yahudi yang telah memeluk Islam dan menjadi sahabat Rasulullah. Beberapa ulama berpendapat kisah-kisah Israiliyyah bercampur dengan kisah-kisah Yahudi lama yang berasal dari nabi-nabi terdahulu. Mengenai kebenarannya, hanya Allah yang mengetahuinya.

Namun yang pasti, kisah-kisah mengenai Azazil mengingatkan kita bahwa kesombongan adalah salah satu dosa terbesar. Kita juga harus ingat bahwa Iblis tetaplah musuh abadi umat manusia dan akan terus berupaya agar manusia jatuh kesesatan dan menemaninya di neraka. Maka, kita harus selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT agar tidak terjebak dalam tipu daya Iblis yang terkutuk.

back to top