Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kinerja pemerintahan Jokowi

Kinerja pemerintahan Jokowi
Seluruh rakyat Indonesia sungguh menanti kinerja pemerintahan Joko Widodo untuk menjawab berbagai masalah nasional. Isu kemiskinan, marjinalisasi ekonomi kaum petani dan buruh, kondisi infrastruktur, serta korupsi adalah beberapa diantara masalah tersebut. Apa yang dibutuhkan oleh pemerintahan Jokowi agar bisa menjawab masalah-masalah tersebut?

Presiden Joko Widodo harus memiliki kesiapan matang terutama dalam pengorganisasian negara agar kebijakan-kebijakan pembangunan mampu secara optimal menjawab masalah nasional. Pegorganisasian ini dimula dari struktur kabinet yang diisi oleh para figur pemimpin yang profesional. Figur profesional berarti dia memiliki kapasitas, pengalaman dan komitmen dalam bidang pekerjaannya.

Selain profesional, mereka harus bersih dari noda korupsi. Sekali Jokowi memasukkan figur yang terjerat atau kemungkinan terjerat tindak pidana korupsi maka efeknya tidak sekedar nama baik Jokowi. Lebih dari itu, figur korup tidak akan pernah bekerja tulus dan optimal melayani kepentingan umum.

Langkah Jokowi mengirimkan calon-calon menteri dalam kabinetnya ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keungan) sudah tepat. Uji kelayakan tidak hanya sekedar berbasis kesehatan fisik dan emosi, namun juga kesehatan praktik politik selama ini. Praktik politik yang korup, manipulatif dan anti kepentingan publik atau tidak.

Paska pengembalian nama-nama oleh KPK dan PPATK, Jokowi bisa bekerja keras mencari figur-figur tepat untuk kabinetnya.

Kabinet menteri yang sehat fisik, mental dan bersih dari malpraktik politik merupakan variabel penentu kualitas kinerja pemerintahan Jokowi. Kabinet tersebut akan melakukan kerja keras berbasis pada penghambaan terhadap kepentingan-kepentingan rakyat Indonesia. 

Efek kabinet yang kecil kemungkinan melakukan malpraktik politik adalah perbaikan pada sistem keorganisasian negara. Seperti kemampuan mendorong birokrasi pemerintahan untuk bekerja keras dengan prinsip democratic governance; transparan, partisipatif dan akuntabel.

Rakyat Indonesia menanti kinerja pemerintahan Jokowi denga kabinet yang bersih dari korupsi dan bermental baja demi masa depan yang lebih bercahaya.

back to top