Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan
Pyongyang - KoPi| Konflik antar Korea Selatan dengan Korea Utara semakin memanas. Pasalnya, Jumat (21/8), Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk bersiaga perang. Hal tersebut dipicu setalah kedua negara tersebut saling meluncurkan tembakan artileri.

Aksi penembakan artileri tersebut dipicu oleh sebuah pengeras suara di perbatasan kota yang menyuarakan propaganda anti-Pyongyang. Aksi saling tembak pada Kamis (20/08) tersebut dinyatakan kedua belah pihak tidak memakan korban. Namun, aksi tersebut merupakan aksi pertama dalam 10 bulan terakhir.

“Setelah para pemimpin militer mengadakan pertemuan darurat, Kim Jong Un, selaku panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) menyatakan agar semua unit KPA di garis dean berada dalam kondisi siaga dan siap meluncurkan operasi dadakan,” berikut ungkapan kantor berita Korea Utara, KCNA.

Sebelumnya, Kementrian Pertahanan Korea Selatan menerima surat peringatan untuk menghentikan siaran propaganda anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan. Dalam surat tersebut, Korut menyatakan jika periingatan ini diabaikan, maka militer Korut akan bertindak lebih lanjut.

Namun, pihak Korsel sendiri memilih untuk mengabaikan ancaman tesebut. Mereka juga mengatakan bahwa akan terus menyuarakan siaran anti-Pyongyang. Hal tersebut memicu aksi saling tembak artileri yang dilepaskan oleh keduanya.

Pemerintah Korsel memutuskan untuk mengevakuasi warga sipil yang berada di perbatasan barat. Hal ini ditujukan sebagai bentuk persiapan melawan Korut.

Presiden Korsel, Park Geun –Hye mengatakan “Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan mengamati dengan seksama pergerakan militer Korut,” Park melanjutkan dengan pernyataan para pejabat pertahanan Korsel siap bereaksi tegas terhadap provokasi dari Korut.

Sebelumnya, konflik dua negara ini berawal saat berakhirnya perang pertempuan periode 1950-1953. Akhir dalam perang tersebut merupakan gencatan senjata dengan alih perdamaian. Hal tersebut memicu konflik selanjutnya hingga sekarang. |Labibah|

back to top