Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan
Pyongyang - KoPi| Konflik antar Korea Selatan dengan Korea Utara semakin memanas. Pasalnya, Jumat (21/8), Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk bersiaga perang. Hal tersebut dipicu setalah kedua negara tersebut saling meluncurkan tembakan artileri.

Aksi penembakan artileri tersebut dipicu oleh sebuah pengeras suara di perbatasan kota yang menyuarakan propaganda anti-Pyongyang. Aksi saling tembak pada Kamis (20/08) tersebut dinyatakan kedua belah pihak tidak memakan korban. Namun, aksi tersebut merupakan aksi pertama dalam 10 bulan terakhir.

“Setelah para pemimpin militer mengadakan pertemuan darurat, Kim Jong Un, selaku panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) menyatakan agar semua unit KPA di garis dean berada dalam kondisi siaga dan siap meluncurkan operasi dadakan,” berikut ungkapan kantor berita Korea Utara, KCNA.

Sebelumnya, Kementrian Pertahanan Korea Selatan menerima surat peringatan untuk menghentikan siaran propaganda anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan. Dalam surat tersebut, Korut menyatakan jika periingatan ini diabaikan, maka militer Korut akan bertindak lebih lanjut.

Namun, pihak Korsel sendiri memilih untuk mengabaikan ancaman tesebut. Mereka juga mengatakan bahwa akan terus menyuarakan siaran anti-Pyongyang. Hal tersebut memicu aksi saling tembak artileri yang dilepaskan oleh keduanya.

Pemerintah Korsel memutuskan untuk mengevakuasi warga sipil yang berada di perbatasan barat. Hal ini ditujukan sebagai bentuk persiapan melawan Korut.

Presiden Korsel, Park Geun –Hye mengatakan “Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan mengamati dengan seksama pergerakan militer Korut,” Park melanjutkan dengan pernyataan para pejabat pertahanan Korsel siap bereaksi tegas terhadap provokasi dari Korut.

Sebelumnya, konflik dua negara ini berawal saat berakhirnya perang pertempuan periode 1950-1953. Akhir dalam perang tersebut merupakan gencatan senjata dengan alih perdamaian. Hal tersebut memicu konflik selanjutnya hingga sekarang. |Labibah|

back to top