Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan
Pyongyang - KoPi| Konflik antar Korea Selatan dengan Korea Utara semakin memanas. Pasalnya, Jumat (21/8), Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk bersiaga perang. Hal tersebut dipicu setalah kedua negara tersebut saling meluncurkan tembakan artileri.

Aksi penembakan artileri tersebut dipicu oleh sebuah pengeras suara di perbatasan kota yang menyuarakan propaganda anti-Pyongyang. Aksi saling tembak pada Kamis (20/08) tersebut dinyatakan kedua belah pihak tidak memakan korban. Namun, aksi tersebut merupakan aksi pertama dalam 10 bulan terakhir.

“Setelah para pemimpin militer mengadakan pertemuan darurat, Kim Jong Un, selaku panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) menyatakan agar semua unit KPA di garis dean berada dalam kondisi siaga dan siap meluncurkan operasi dadakan,” berikut ungkapan kantor berita Korea Utara, KCNA.

Sebelumnya, Kementrian Pertahanan Korea Selatan menerima surat peringatan untuk menghentikan siaran propaganda anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan. Dalam surat tersebut, Korut menyatakan jika periingatan ini diabaikan, maka militer Korut akan bertindak lebih lanjut.

Namun, pihak Korsel sendiri memilih untuk mengabaikan ancaman tesebut. Mereka juga mengatakan bahwa akan terus menyuarakan siaran anti-Pyongyang. Hal tersebut memicu aksi saling tembak artileri yang dilepaskan oleh keduanya.

Pemerintah Korsel memutuskan untuk mengevakuasi warga sipil yang berada di perbatasan barat. Hal ini ditujukan sebagai bentuk persiapan melawan Korut.

Presiden Korsel, Park Geun –Hye mengatakan “Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan mengamati dengan seksama pergerakan militer Korut,” Park melanjutkan dengan pernyataan para pejabat pertahanan Korsel siap bereaksi tegas terhadap provokasi dari Korut.

Sebelumnya, konflik dua negara ini berawal saat berakhirnya perang pertempuan periode 1950-1953. Akhir dalam perang tersebut merupakan gencatan senjata dengan alih perdamaian. Hal tersebut memicu konflik selanjutnya hingga sekarang. |Labibah|

back to top