Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kiamat? : posisi sejajar Mars, Bumi dan matahari

Kiamat? : posisi sejajar Mars, Bumi dan matahari
KoPi, Adalah sebuah fenomena astrologi yang jarang terjadi. Fenomena ini disebut-sebut sebagai pertanda berakhirnya kehidupan di dunia.

Fenomena itu adalah Mars, Bumi dan matahari berada pada posisi sejajar dalam sebuah posisi yang amat jarang, yang hanya terjadi setiap 778 hari sekali. Peristiwa ini terjadi enam hari sebelum gerhana bulan total yang diperkirakan akan terjadi saat keseluruhan permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi dan tampak dalam warna merah yang mengerikan.

Menariknya, gerhana total yang akan terjadi di bulan ini merupakan gerhana total pertama dari empat gerhana total yang terjadi berturut-turut yang disebut dengan “bulan darah” yang akan terjadi dalam rentang waktu sekitar enam bulan—fenomena ini disebut dengan tetrad.

Sebagian kaum kristiani percaya bahwa fenomena ini  menandakan berakhirnya kehidupan di dunia (kiamat) dan kedatangan Yesus yang kedua. Pastor sekaligus pengarang, John Hagee, dari San Antonio, Texas, telah menulis buku mengenai fenomena ini. Dirinya percaya bahwa fenomena yang pernah terjadi pada tanggal 9 April 2014 tersebut menandakan permulaan kejadian hebat bagi dunia.

Pihak NASA mengabarkan bahwa fenomena tetrad hanya terjadi tiga kali dalam rentang waktu 500tahun, dan salah satunya akan terjadi tahun ini.

Wilayah Australia selain Australia bagian barat dapat melihat akhir fenomena ini sesaat setelah bulan muncul pada sore hari pada tanggal 15 April yang lalu. Sedangkan selain wilayah Australia barat dapat dengan aman menyaksikan keseluruhan fenomena “bulan darah” dengan mata telanjang.

(Ana Puspita Sari)
Sumber: News.com.au




back to top