Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Ketika sungai menangis

Ketika sungai menangis

Serang 30 Maret 2015,

Seniman Banten mempunyai kesadaran lingkungan dengan setiap bulannya melakukan kegiatan bersihkan sungai. Got, gorong-gorong, parit, selokan, kali, sungai sepertinya sudah berubah fungsi yaitu menjadi tempat sampah.

Ditambah pula pabrik-pabrik juga ikut-ikutan membuang limbah industri di sungai-sungai. Air menjadi tercemar, air menjadi tidak sehat, bau anyir, bahkan bau seperti bau bangkai dan ini menjadi pemandangan yang tidak sehat yaitu polusi bau dan pencemaran lingkungan. Imbasnya kesehatan masyarakat terancam yaitu langka air bersih dan langka air sehat.

Sungai menangis
Sungai tersiksa
Sungai terluka
Sungai teraniaya

Air menjadi legam
Air menjadi suram
Air menjadi muram
Air menjadi buram

Air pun marah, sungai meluap
Air pun berontak, selokan mampet
Air pun berteriak , parit-parit tergenang

Ini membuktikan bahwa masyarakat tanpa kesadaran akan nilai kesehatan lingkungan ini menandakan mentalitas malas, dan ini terjadi di masyarakat kita yaitu kumpulan masyarakat malas tanpa kesadaran lingkungan dan kesehatan.

Lebih baik kita menyalahkan diri kita sendiri dan bertanya pada diri kita sendiri apa sudah benarkah kita dalam bersilaturahim dengan alam.Alam perlu disapa sebab kita bagian dari alam, manusialah menjadi makluk yang harusnya menjaga alam. Melestarikan alam untuk tetap seimbang. Ini pekerjaan bersama kesadaran menyeluruh bagi setiap insan.Seniman yang tergabung dalam K-SOB (Komunitas Sobat Orang Banten) yang berpusat di Graha Budaya Banten Ciwaru punya cara unik dalam Bersih Sungai “ketika sungai bersuara” yaitu akan melakukan kegiatan rutin sebulan sekali yaitu kegiatan bersih sungai pada hari senin tanggal 30 Maret 2015 dan semoga kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahim antar seniman lainnya untuk saling menyatu dalam satu barisan seniman sadar kesehatan lingkungan dan kesadaran kebersihan dan kesehatan sungai. 

Seniman adalah pecinta keindahan punya kewajiban untuk turun dan terlibat dalam kesadaran akan kesehatan lingkungan……menurut Bejo Iswara sang penggiat teater di kota Serang bahwa “haram” membuang sampah disungai. Gerakan bersih sungai inipun mendapat dukungan dari beberapa anak LISBU STIE Bina Bangsa salah satu pelopornya Noval menyatakan bahwa membuang limbah di sungai sama saja menyiksa sungai dan membunuh ekosistem air,ada juga  anak-anak kampus dari Untirta ikut teribat lalu barisan anak kampus IAIN Serang, lalu ada padepokan debus Asyifa, kelompok Budaya Banten Kandaka, Padepokan silat MPB, Padepokan Budi Luhur…..

Semoga gerakan bersih sungai setiap bulannya ini menjadi gaung budaya.

Salam Anton Daryanto ( Penggiat Kesenian Graha Budaya Banten, Ciwaru )      

back to top