Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Ketika makanan cepat saji diperlakukan seperti rokok

Ketika makanan cepat saji diperlakukan seperti rokok
KoPi | Makanan cepat saji sering disebut-sebut sebagai biang obesitas di negara-negara maju. Namun tampaknya tidak ada regulasi atau upaya dari pemerintah untuk mengingatkan bahaya tersebut. Mungkin kesal dengan sikap pemerintah, seorang pakar kesehatan Australia mendesain bungkus makanan cepat saji dengan peringatan kesehatan seperti di kotak rokok.
 

Aaron Schultz, ahli nutrisi asal Australia, membuat sebuah kampanye untuk mengubah cara iklan menampilkan makanan cepat saji bagi anak-anak. Ia mengatakan konsumen memiliki hak untuk mendapat informasi detail mengenai apa yang ada di dalam makanan cepat saji yang mereka beli dan efeknya pada kesehatan.

“Kita menuju ke arah yang salah dengan cepat. Memberi label pada makanan adalah kunci agar konsumen dapat membuat keputusan mengenai apa yang mereka makan,” ungkapnya pada Daily Mail.

Schultz mengatakan konsumen tidak kemampuan untuk membuat keputusan yang informatif karena tidak ada label. “Sepotong ayam goreng misalnya, di dalamnya ada lebih daripada sekedar ayam dan 9 bumbu rahasia,” ujar Schultz.

Schultz memposting sebuah gambar kotak hamburger Big Mac yang bergambar dua orang anak kelebihan berat badan dan bertuliskan “Big Macs Make Big Children”. Alhasil postingan tersebut menuai banyak perdebatan.

“Sama seperti bungkus rokok yang memberi gambaran bagaimana efek merokok, gambar ini menunjukkan bagaimana makanan cepat saji berefek pada tubuh manusia,” katanya lagi.

Schultz berharap suatu saat pemerintah Australia benar-benar memberi label pada kotak makanan cepat saji. Namun untuk awalnya ia ingin agar setiap restoran cepat saji memberikan informasi detail bahan-bahan apa saja yang ada di dalam produk mereka, dan apakah bahan-bahan tersebut mengandung bahan kimia atau hormon pertumbuhan.| Daily Mail

 

back to top