Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ketika lelaki menjadi gombal

Ketika lelaki menjadi gombal

Ketika para lelaki menyatakan cintanya pada sang perempuan malah perempuan yang dicintai menyangsikan dengan berkata gombal. Ketika para lelaki mencoba untuk memujinya eee lagi –lagi sang perempuan itu berkata gombal. Ketika para lelaki itu memberikan sebuah perhatian lagi-lagi sang perempuan itu meragukannya dan bergumam bahwa itu hanya perhatian palsu alias gombal.

Waduh biyung lagi-lagi para lelaki itu hanya bisa mengelus dada sebab cintanya, kesetiannya, perhatiannya selalu dinilai dengan gombal……Tak perlu bersedih sebab gombal disini masih punya nilai guna yaitu sebuah kain yang dipandang remeh karena buruk, jelek maupun tidak menarik namun dari kain itulah bisa membersihkan sebuah kotoran dimeja dan dielap kembali dengan gombal sehingga bisa bersih mengkilat.

Jadi lelaki yang gombal itu masih punya nilai guna yaitu membersihkan barang kotor menjadi bagus kembali sehingga indah dipandang….ya spirit gombal bukan lagi spirit tanpa arti dan tanpa nilai. Diberi label menjadi gombal bukan hal yang tabu bukan pula sebuah nilai rendah. Sebab lelaki jangan lelah untuk memuji perempuan dengan memberi perhatian, menyatakan cintanya, memperkuat kesetiannya walau selalu dicurigai.

Kecurigaan perempuan adalah karena perempuan pernah trauma….kesangsian perempuan karena pernah dikhianati. Trauma dan sebuah pengkhianatan yang menyebabkan perempuan punya luka. Kekecewaan yang mendalam karena merasa diduakan dan dilecehkan.
Perempuan adalah keramik jadi perasaanya yang selalu dijaga untuk tidak luka, sedikit luka saja akan selalu mengungkitnya disetiap waktu bila mengingatnya kejadian itu…..Lalu pilihannya adalah menjadi lelaki yang penyabar dan selalu mau rekonsiliasi atau menjadi lelaki yang meninggalkannya.

Perempuan oh perempuan tanpamu memang sepi, tanpamu tanpa ada harmony…..Namun lelaki bisa meledak bahkan bisa menjadi halilintar ketika selalu dalam pihak yang disalahkan, pihak yang dicurigai….lelaki dituntut untuk selalu mengerti namun apa perempuan juga pernah tahu hatinya lelaki.

Lelakipun juga hatinya bisa remuk dan sakit jiwa ketika dicurigai berkepanjangan, dan pasti dianggap kejam ketika tiba-tiba lelaki itu bisa membentak dan marah pada perempuan itu…..Sebab lelaki  pun hatinya juga bisa rapuh ketika kesalahan menderanya…..pertobatannya tanpa ada arti ketika sebuah vonis dilabelkan padanya.

Apa karena ini tidak ada yang mau mengalah akhirnya menjadi konflik dan akan berucap bahwa kita tidak cocok. Lalu mengapa diciptakan lelaki dan perempuan  tapi kenyataannya ketika ada api dan badai selalu bilang tidak cocok. Bahkan banyak perempuan yang lari menuntut cerai atau lelaki yang depresi ketika cintanya dianggap tidak sempurna.

Apa benar luka dan bisa kubawa berlari begitulah sang punjaga Chairil Anwar berucap dalam puisinya he he he he…….sekali lagi waduh biyung perempuan akan bilang gombal kembali bila sang lelaki itu mencoba berdamai kembali, mengajak kembali, bahkan mencoba mengecup keningnya dan mengelus tangannya. Perhatian demi perhatiannya kembali akan dianggap gombal dan basi….kata perempuan tersebut.

Apa hidup akan selalu dalam luka sehingga tak ada niat saling menyembuhkan dan membangkitkan, kesalahan maupun kekhilafan adalah tempaan kehidupan. ketika ada salah dan ada salah satu pihak punya kerendahan hatinya mengakui kesalahannya adalah sebanarnya pintu baik yaitu titik temu menuju kedamian.

Namun bila tetap kekeh dengan lukannya maka semua niat baik itu dianggap gombal….dan berjalanlah lelaki dengan label gombal untuk tetap bertahan mencintainya walau sepanjang masa akan disebut lelaki gombal……

Lelaki kesatria bukan pula lelaki yang mau meninggalkan perempuannya begitu saja walaupun perempuan itu akan selalu berkata gombal……Perempuan bukan untuk ditundukkan sebab mereka tak mau ditundukan dan perempuan tak mau ditaklukkan sebab tujuan utama lelaki adalah bukan menaklukkan perempuan……Salam gombal bagi para lelaki yang tetap setia cintanya pada sang perempuan itu

-Sebuah catatan dipojok sudut kota Karawaci, 1 Desember 2014

Salam gombal Antonius Daryanto.  

back to top