Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Ketahuan mencuri, anak 10 tahun diceburkan ke danau

Ketahuan mencuri, anak 10 tahun diceburkan ke danau

KoPi| Seorang anak (10) dari desa di Guangxi, China, dipaksa berlutut, kemudian dilemparkan ke dalam kandang babi.  Tak sampai di situ, dia kemudian dilemparkan ke dalam danau yang dingin. Sebagai hukuman karena telah mencuri uang sebesar 20 ribu yuan atau sekitar Rp 42 juta. 

Awalnya anak itu masuk ke rumah tukang daging lokal dengan memanjat dinding dan masuk melalui jendela lantai dua. Apesnya, aksi pencurian tersebut dipergoki oleh tetangga si tukang daging.

Awalnya mengira anak tersebut sedang main ke rumah kerabatnya saat Festival Musim Semi. Karena kesal dengan ulah bocah tersebut, maka marahlah seluruh warga desa, sehingga mereka memutuskan untuk melakukan aksi main hakim sendiri.

Warga menelanjangi bocah itu lalu menceburkannya ke danau. Anak itu pun menangis sejadi-jadinya karena ketakutan, dan tubuhnya mengalami hipotermia.
Warga yang iba, memutuskan untuk menyudahi aksi kejam tersebut, karena anak itu hampir mati kedinginan, setelah berjam-jam berada di tengah danau.
Sementara polisi melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, baik perampokan dan penyiksaan kejam, terhadap anak di bawah umur.

Polisi belum bisa memastikan motivasi dari aksi ini. "Mungkin dia ingin meniru bocah 4 tahun dari Hunan, yang membawa 20 ribu Yuan ke sekolah untuk taruhan bermain poker," kata salah seorang petugas kepolisian.

Saat ada kejadian seperti ini, warga seharusnya segera menghubungi polisi, bukan melakukan aksi main hakim sendiri. |Shanghaiist.com|MNC|


back to top