Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ketahuan mencuri, anak 10 tahun diceburkan ke danau

Ketahuan mencuri, anak 10 tahun diceburkan ke danau

KoPi| Seorang anak (10) dari desa di Guangxi, China, dipaksa berlutut, kemudian dilemparkan ke dalam kandang babi.  Tak sampai di situ, dia kemudian dilemparkan ke dalam danau yang dingin. Sebagai hukuman karena telah mencuri uang sebesar 20 ribu yuan atau sekitar Rp 42 juta. 

Awalnya anak itu masuk ke rumah tukang daging lokal dengan memanjat dinding dan masuk melalui jendela lantai dua. Apesnya, aksi pencurian tersebut dipergoki oleh tetangga si tukang daging.

Awalnya mengira anak tersebut sedang main ke rumah kerabatnya saat Festival Musim Semi. Karena kesal dengan ulah bocah tersebut, maka marahlah seluruh warga desa, sehingga mereka memutuskan untuk melakukan aksi main hakim sendiri.

Warga menelanjangi bocah itu lalu menceburkannya ke danau. Anak itu pun menangis sejadi-jadinya karena ketakutan, dan tubuhnya mengalami hipotermia.
Warga yang iba, memutuskan untuk menyudahi aksi kejam tersebut, karena anak itu hampir mati kedinginan, setelah berjam-jam berada di tengah danau.
Sementara polisi melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, baik perampokan dan penyiksaan kejam, terhadap anak di bawah umur.

Polisi belum bisa memastikan motivasi dari aksi ini. "Mungkin dia ingin meniru bocah 4 tahun dari Hunan, yang membawa 20 ribu Yuan ke sekolah untuk taruhan bermain poker," kata salah seorang petugas kepolisian.

Saat ada kejadian seperti ini, warga seharusnya segera menghubungi polisi, bukan melakukan aksi main hakim sendiri. |Shanghaiist.com|MNC|


back to top