Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ketahuan mencuri, anak 10 tahun diceburkan ke danau

Ketahuan mencuri, anak 10 tahun diceburkan ke danau

KoPi| Seorang anak (10) dari desa di Guangxi, China, dipaksa berlutut, kemudian dilemparkan ke dalam kandang babi.  Tak sampai di situ, dia kemudian dilemparkan ke dalam danau yang dingin. Sebagai hukuman karena telah mencuri uang sebesar 20 ribu yuan atau sekitar Rp 42 juta. 

Awalnya anak itu masuk ke rumah tukang daging lokal dengan memanjat dinding dan masuk melalui jendela lantai dua. Apesnya, aksi pencurian tersebut dipergoki oleh tetangga si tukang daging.

Awalnya mengira anak tersebut sedang main ke rumah kerabatnya saat Festival Musim Semi. Karena kesal dengan ulah bocah tersebut, maka marahlah seluruh warga desa, sehingga mereka memutuskan untuk melakukan aksi main hakim sendiri.

Warga menelanjangi bocah itu lalu menceburkannya ke danau. Anak itu pun menangis sejadi-jadinya karena ketakutan, dan tubuhnya mengalami hipotermia.
Warga yang iba, memutuskan untuk menyudahi aksi kejam tersebut, karena anak itu hampir mati kedinginan, setelah berjam-jam berada di tengah danau.
Sementara polisi melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, baik perampokan dan penyiksaan kejam, terhadap anak di bawah umur.

Polisi belum bisa memastikan motivasi dari aksi ini. "Mungkin dia ingin meniru bocah 4 tahun dari Hunan, yang membawa 20 ribu Yuan ke sekolah untuk taruhan bermain poker," kata salah seorang petugas kepolisian.

Saat ada kejadian seperti ini, warga seharusnya segera menghubungi polisi, bukan melakukan aksi main hakim sendiri. |Shanghaiist.com|MNC|


back to top