Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Ketahuan mencuri, anak 10 tahun diceburkan ke danau

Ketahuan mencuri, anak 10 tahun diceburkan ke danau

KoPi| Seorang anak (10) dari desa di Guangxi, China, dipaksa berlutut, kemudian dilemparkan ke dalam kandang babi.  Tak sampai di situ, dia kemudian dilemparkan ke dalam danau yang dingin. Sebagai hukuman karena telah mencuri uang sebesar 20 ribu yuan atau sekitar Rp 42 juta. 

Awalnya anak itu masuk ke rumah tukang daging lokal dengan memanjat dinding dan masuk melalui jendela lantai dua. Apesnya, aksi pencurian tersebut dipergoki oleh tetangga si tukang daging.

Awalnya mengira anak tersebut sedang main ke rumah kerabatnya saat Festival Musim Semi. Karena kesal dengan ulah bocah tersebut, maka marahlah seluruh warga desa, sehingga mereka memutuskan untuk melakukan aksi main hakim sendiri.

Warga menelanjangi bocah itu lalu menceburkannya ke danau. Anak itu pun menangis sejadi-jadinya karena ketakutan, dan tubuhnya mengalami hipotermia.
Warga yang iba, memutuskan untuk menyudahi aksi kejam tersebut, karena anak itu hampir mati kedinginan, setelah berjam-jam berada di tengah danau.
Sementara polisi melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, baik perampokan dan penyiksaan kejam, terhadap anak di bawah umur.

Polisi belum bisa memastikan motivasi dari aksi ini. "Mungkin dia ingin meniru bocah 4 tahun dari Hunan, yang membawa 20 ribu Yuan ke sekolah untuk taruhan bermain poker," kata salah seorang petugas kepolisian.

Saat ada kejadian seperti ini, warga seharusnya segera menghubungi polisi, bukan melakukan aksi main hakim sendiri. |Shanghaiist.com|MNC|


back to top