Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Kesalahan memandang keberagaman di Indonesia

foto: dicts.info foto: dicts.info

Bayi terlahir, tumbuh sebagai manusia, dan meyakini kebenaran-kebenaran tentang banyak hal termasuk agama dan Tuhannya. Indonesia memiliki ratusan ribu bayi terlahir setiap hari yang belajar tentang berbagai kebenaran tersebut. Sebagian mempelajari kebenaran dari sisi etnisitas, sebagian sisi keagamaan, atau kombinasi antara keduanya. Geografis dan historis kebudayaan menyebabkan bangsa ini memiliki 400 lebih etnis dan 5 agama besar selain kepercayaan-kepercayaan lain terhadap Tuhan. Oleh karenanya menolak fakta keberagaman tersebut adalah kesalahan.

Kesalahan karena sikap merasa paling benar, sedang kelompok lain salah, berlumur dosa dan pantas dikutuk. Jika telah terjangkiti sikap tersebut, maka perbedaan adalah nestapa. Batin akan terus menyalahkan, terus terhantui oleh kebencian, dan terus terpancar kegarangan dalam wajah-wajahnya.

Sedangkan dalam Al Quran pun, kitab Islam, disampaikan bahwa tidaklah Tuhan menciptakan manusia itu kedalam suku-suku dan bangsa-bangsa dengan tujuan, yaitu saling mengenal. Istilah saling mengenal tidak sama dengan saling membenci. Saling mengenal kebaikan masing-masing, keunikan masing-masing.

Tentang kebenaran hakiki itu hanya milik Tuhan Yang Maha Tahu. Manusia, berupaya menggunakan pengetahuannya tentang kebenaran untuk menjadi pemimpin yang memelihara lingkungannya.

Hari ini, 25 Desember, umat Kristiani merayakan Hari Natal. Memperingati kelahir Yesus. Mereka memahami kebenaran keagamaannya. Ada pada konsep keberagaman Indonesia yang telah menjadi hukum alam, sebagai sunatullah, maka perayaan tersebut menjadi indah ketika berjalan damai dan kekeluargaan.

Seluruh pihak, bagian dari bangsa ini, memiliki kewajiban agar menjaga keberagaman tersebut. Tujuannya adalah kehormatan sebagai bangsa yang berperadaban tinggi, dan tentu sebagai ibadah dalam kehidupan manusia.

back to top