Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kesalahan memandang keberagaman di Indonesia

foto: dicts.info foto: dicts.info

Bayi terlahir, tumbuh sebagai manusia, dan meyakini kebenaran-kebenaran tentang banyak hal termasuk agama dan Tuhannya. Indonesia memiliki ratusan ribu bayi terlahir setiap hari yang belajar tentang berbagai kebenaran tersebut. Sebagian mempelajari kebenaran dari sisi etnisitas, sebagian sisi keagamaan, atau kombinasi antara keduanya. Geografis dan historis kebudayaan menyebabkan bangsa ini memiliki 400 lebih etnis dan 5 agama besar selain kepercayaan-kepercayaan lain terhadap Tuhan. Oleh karenanya menolak fakta keberagaman tersebut adalah kesalahan.

Kesalahan karena sikap merasa paling benar, sedang kelompok lain salah, berlumur dosa dan pantas dikutuk. Jika telah terjangkiti sikap tersebut, maka perbedaan adalah nestapa. Batin akan terus menyalahkan, terus terhantui oleh kebencian, dan terus terpancar kegarangan dalam wajah-wajahnya.

Sedangkan dalam Al Quran pun, kitab Islam, disampaikan bahwa tidaklah Tuhan menciptakan manusia itu kedalam suku-suku dan bangsa-bangsa dengan tujuan, yaitu saling mengenal. Istilah saling mengenal tidak sama dengan saling membenci. Saling mengenal kebaikan masing-masing, keunikan masing-masing.

Tentang kebenaran hakiki itu hanya milik Tuhan Yang Maha Tahu. Manusia, berupaya menggunakan pengetahuannya tentang kebenaran untuk menjadi pemimpin yang memelihara lingkungannya.

Hari ini, 25 Desember, umat Kristiani merayakan Hari Natal. Memperingati kelahir Yesus. Mereka memahami kebenaran keagamaannya. Ada pada konsep keberagaman Indonesia yang telah menjadi hukum alam, sebagai sunatullah, maka perayaan tersebut menjadi indah ketika berjalan damai dan kekeluargaan.

Seluruh pihak, bagian dari bangsa ini, memiliki kewajiban agar menjaga keberagaman tersebut. Tujuannya adalah kehormatan sebagai bangsa yang berperadaban tinggi, dan tentu sebagai ibadah dalam kehidupan manusia.

back to top