Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Kereta Api solusi atasi kemacetan dan transportasi darat di Indonesia

Kereta Api solusi atasi kemacetan dan transportasi darat di Indonesia

Sleman-KoPi|Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana pemerintah menggunakan kereta api sebagai transportasi utama masyarakat Indonesia.

Rencana tersebut menurut Budi merupakan solusi masalah kemacetan di jalan raya yang selalu terjadi di Jakarta dan wilayah lainnya. Sementara penyebab dari kemacetan ini disebabkan karena jumlah pengguna motor yang selalu meningkat setiap tahun.

"Saat mudik kemarin, pemudik yang menggunaka motor berjumlah hingga 5 juta dan pertumbuhannya selama satu tahun itu 30%,"ujarnya saat menghadiri Diskusi Refleksi 72 tahun Indonesia Merdeka dengan tema diskusi "Kerja Bersama untuk Kejayaan Indonesia" di Gedung Pusat UGM,Sabtu (12/8).

Dalam hitungan 3 sampai 4 tahun, Ia memprediksikan semua kota besar di Indonesia akan dipenuhi kendaraan jenis ini.

Budi menjelaskan salah satu solusi utama dari masalah ini adalah pengembangan tranportasi darat massal antarkota berupa kereta api. Dengan menggandeng perusahaan swasta, Pemerintah saat ini berusaha menutupi kekurangan antara pengadaan barang (Supply) dan permintaan (demand).

"Masalahnya kita ingin membuat solusi namun tidak memiliki dana yang cukup,Sekarang ada bantuan yang melibatkan perusahaan swasata ,ia menampung modal pemerintah dan ia pun yang mengembangkan usaha kereta api,"ucapnya.

Budi menambahkan penambahan jenis kereta seperti MRT, LRT di dalam kota seperti Jakarta akan membantu mengurangi jumlah motor di jalan.

Pengadaan high speed train antar kota dari Jakarta hingga Surabaya juga diharapkan ikut serta dalam memberikan kontribusi besar untuk pengembangan transportasi massal di darat.

Budi pun bermimpi di masa depan pengembangan konektivitas tranportasi berbasis kereta api ini dapat mengurangi jumlah kecelakaan serta menghilangkan titel jakarta sebagai kota yang selalu macet.

"Nanti kita akan mengatakan jangan naik motor, karena 70% kecelakaan disebabkan motor ,serta hingga nanti saatnya kita bisa menyampaikan bahwa Jakarta sudah tidak macet,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top