Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kereta Api solusi atasi kemacetan dan transportasi darat di Indonesia

Kereta Api solusi atasi kemacetan dan transportasi darat di Indonesia

Sleman-KoPi|Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana pemerintah menggunakan kereta api sebagai transportasi utama masyarakat Indonesia.

Rencana tersebut menurut Budi merupakan solusi masalah kemacetan di jalan raya yang selalu terjadi di Jakarta dan wilayah lainnya. Sementara penyebab dari kemacetan ini disebabkan karena jumlah pengguna motor yang selalu meningkat setiap tahun.

"Saat mudik kemarin, pemudik yang menggunaka motor berjumlah hingga 5 juta dan pertumbuhannya selama satu tahun itu 30%,"ujarnya saat menghadiri Diskusi Refleksi 72 tahun Indonesia Merdeka dengan tema diskusi "Kerja Bersama untuk Kejayaan Indonesia" di Gedung Pusat UGM,Sabtu (12/8).

Dalam hitungan 3 sampai 4 tahun, Ia memprediksikan semua kota besar di Indonesia akan dipenuhi kendaraan jenis ini.

Budi menjelaskan salah satu solusi utama dari masalah ini adalah pengembangan tranportasi darat massal antarkota berupa kereta api. Dengan menggandeng perusahaan swasta, Pemerintah saat ini berusaha menutupi kekurangan antara pengadaan barang (Supply) dan permintaan (demand).

"Masalahnya kita ingin membuat solusi namun tidak memiliki dana yang cukup,Sekarang ada bantuan yang melibatkan perusahaan swasata ,ia menampung modal pemerintah dan ia pun yang mengembangkan usaha kereta api,"ucapnya.

Budi menambahkan penambahan jenis kereta seperti MRT, LRT di dalam kota seperti Jakarta akan membantu mengurangi jumlah motor di jalan.

Pengadaan high speed train antar kota dari Jakarta hingga Surabaya juga diharapkan ikut serta dalam memberikan kontribusi besar untuk pengembangan transportasi massal di darat.

Budi pun bermimpi di masa depan pengembangan konektivitas tranportasi berbasis kereta api ini dapat mengurangi jumlah kecelakaan serta menghilangkan titel jakarta sebagai kota yang selalu macet.

"Nanti kita akan mengatakan jangan naik motor, karena 70% kecelakaan disebabkan motor ,serta hingga nanti saatnya kita bisa menyampaikan bahwa Jakarta sudah tidak macet,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top