Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Keprihatinan PBB terhadap krisis di Irak saat ini

Keprihatinan PBB terhadap krisis di Irak saat ini

PBB-KoPi, Setelah “khalifah” baru telah dideklarasikan di Diyala Irak, PBB menyuarakan keprihatinannya atas pelanggaran hak asasi di Irak seperti pemenggalan dan penculikan.

Krisis yang mendalam di Irak dimana lebih satu orang orang kehilangan tempat tinggalnya dan jumlah kematian penduduk sipil yang meningkat memicu kesedihan dan keprihatinan bagi PBB.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin (30/6), Sekjen PBB Ban Ki Moon mengatakan bahwa ia “sangat terganggu dengan laporan-laporan yang terus menerus muncul mengenai pelanggaran hak asasi dan hukum kemanusian internasional yang terjadi di Irak.

Pelanggaran-pelanggran tersebut berupa gambaran eksekusi tentara yang tertangkap dan tahanan, penembakan sembarangan di daerah penduduk sipil, penculikan dan pembunuhan sejumlah kelompok etnis dan agama.

Para militan diperkiran telah memosting lebih dari selusin video yang menunjukkan pemenggalan dan penembakan terhadap tentara dan polisi, serta sasaran yang menjadi target mereka berdasarkan ras dan agama, termasuk diantaranya ialah Syiah dan kelompok minoritas lainnya seperti Turcomans, Shabak, Kristen dan Yezidis.

Dalam laporan yang baru dirilis, Misi Bantuan PBB kepada Negara tersebut dan Hak Asasi Manusia PBB diduga mendapat pelanggaran dari pasukan keamanan Irak sendiri dan tentara dari negera islam yang baru dideklarasikan tersebut.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Jazeera

back to top