Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kepala kesehatan Liberia dikarantina karena Ebola

Kepala kesehatan Liberia dikarantina karena Ebola
Liberia-KoPi- Kepala petugas medis Liberia telah menempatkan staf dan dirinya dalam karantina setelah asisten khususnya meninggal karena Ebola, pemerintah mengatakan.

Bernice Dahn dan anggota stafnya yang dikarantina merupakan bentuk "display disiplin diri dan efisiensi medis", Menteri Informasi Isaac Jackson mengatakan.

Dahn tidak menunjukkan gejala Ebola, katanya. Sedangkan asisten Dahn yang bernama Napoleon Brathwaite telah meninggal dunia pada Kamis lalu karena virus ebola.

Liberia adalah negara yang paling parah terkena wabah Ebola. Menurut catatan terbaru korban meninggal dunia, WHO mengatakan saat ini ebola  telah menewaskan lebih dari 3000 orang di Afrika barat.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

back to top