Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Jogja-KoPi│Stok pangan pangan daging, telur, beras, cabe dan bawang di Yogyakarta masih aman untuk 8 bulan ke depan, termasuk di bulan Ramadhan.

 

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Sasongko, optimis bahwa stok pangan daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan.

“Stok pangan seperti daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan termasuk di bulan Ramadhan. Sedangkan untuk cabai dan bawang merah masih dalam tahap penanaman”, ujarnya kepada awak media saat di temui di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/4).

Di sisi lain, Sasongko justru mengkhawatirkan budaya masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Yogyakarta yang mengkonsumsi makanan berlebih di saat puasa dan lebaran. Ia menduga akan terjadi permainan harga pasar sehingga harga pangan menjadi tinggi.

“Padahal sehari hanya makan dua hari, namun belanja masyarakat lebih banyak. Sehingga sifat inilah yang dimanfaatkan pedagang. Dengan adanya permintaan barang yang tinggi, maka pedagang akan menaikkan harga,”jelasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian Yogyakarta sendiri juga akan terus berupaya dalam mencegah kenaikan harga di saat lebaran dan ramadhan dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait konsumsi saat ramadhan atau puasa.

“Kami juga akan memantau harga pasar di lapangan seperti memantau harga daging yang dilakukan oleh Tim TPD”, tutupnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top