Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Jogja-KoPi│Stok pangan pangan daging, telur, beras, cabe dan bawang di Yogyakarta masih aman untuk 8 bulan ke depan, termasuk di bulan Ramadhan.

 

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Sasongko, optimis bahwa stok pangan daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan.

“Stok pangan seperti daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan termasuk di bulan Ramadhan. Sedangkan untuk cabai dan bawang merah masih dalam tahap penanaman”, ujarnya kepada awak media saat di temui di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/4).

Di sisi lain, Sasongko justru mengkhawatirkan budaya masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Yogyakarta yang mengkonsumsi makanan berlebih di saat puasa dan lebaran. Ia menduga akan terjadi permainan harga pasar sehingga harga pangan menjadi tinggi.

“Padahal sehari hanya makan dua hari, namun belanja masyarakat lebih banyak. Sehingga sifat inilah yang dimanfaatkan pedagang. Dengan adanya permintaan barang yang tinggi, maka pedagang akan menaikkan harga,”jelasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian Yogyakarta sendiri juga akan terus berupaya dalam mencegah kenaikan harga di saat lebaran dan ramadhan dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait konsumsi saat ramadhan atau puasa.

“Kami juga akan memantau harga pasar di lapangan seperti memantau harga daging yang dilakukan oleh Tim TPD”, tutupnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top