Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Jogja-KoPi│Stok pangan pangan daging, telur, beras, cabe dan bawang di Yogyakarta masih aman untuk 8 bulan ke depan, termasuk di bulan Ramadhan.

 

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Sasongko, optimis bahwa stok pangan daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan.

“Stok pangan seperti daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan termasuk di bulan Ramadhan. Sedangkan untuk cabai dan bawang merah masih dalam tahap penanaman”, ujarnya kepada awak media saat di temui di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/4).

Di sisi lain, Sasongko justru mengkhawatirkan budaya masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Yogyakarta yang mengkonsumsi makanan berlebih di saat puasa dan lebaran. Ia menduga akan terjadi permainan harga pasar sehingga harga pangan menjadi tinggi.

“Padahal sehari hanya makan dua hari, namun belanja masyarakat lebih banyak. Sehingga sifat inilah yang dimanfaatkan pedagang. Dengan adanya permintaan barang yang tinggi, maka pedagang akan menaikkan harga,”jelasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian Yogyakarta sendiri juga akan terus berupaya dalam mencegah kenaikan harga di saat lebaran dan ramadhan dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait konsumsi saat ramadhan atau puasa.

“Kami juga akan memantau harga pasar di lapangan seperti memantau harga daging yang dilakukan oleh Tim TPD”, tutupnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top