Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kendala soal apartemen, Pemkab Sleman belum ada Perda

Kendala soal apartemen, Pemkab Sleman belum ada Perda

Sleman-KoPi| Sejak bergulirnya isu pembangunan apartemen warga  Rt 01 Plemburan dari awal sudah menolak. Pasalnya apartemen membawa dampak negatif dari aspek sosial maupun lingkungan.

Rencana pembangunan apartemen di Dusun Plemburan, Ngaglik, Sleman sudah lama diwacanakan sejak Juli tahun 2014 lalu.

Apartemen baru yang akan didirikan menempati rumah bekas milik Nur Istiati. Rumah ini memiliki luas sekitar 3000 m². Untuk pembangunann apartmennya menjadi wewenang pihak pengembang Hutama Karya Retalindo.

Menurut warga Rt 01, Bekti sejak pra sosialisasi pihak pemilik rumah dan pengembang sempat bermusyawarah dengan warga. “Sekitar Juli tahun 2014 lalu warga Plemburan dikagetkan dengan rencana pembangunan apartemen. Warga menolak dengan halus saat itu”.

Namun seiring waktu aksi penolakan dari warga semkin terang-terangan. Untuk melancarkan aksi penolakan ini warga telah melayangkan 12 surat penolakan. Surat itu ditujukan kepada Pemkab Sleman, DPRD Sleman, Dinas perijinan Sleman, dan lembaga terkait lainnya.

Respon pihak pejabat tersebut masih mempelajari aksi penolakan ini. Seperti yang dikatakan oleh wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu bahwa perlu ada kajian lebih lanjut terkait aksi warga.



“Kami ini sedang dan mendalami terus menerus mengenai hotel dan apartemen, soalnya belum ada perda tentang apartemen, apartemen kan baru, kami runtut dari undang-undang rumah susun.”

|Winda Efanur FS, Himmatul Khoiroh|

back to top