Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Kementrian Koperasi perlu perhatikan 'koperasi pasif'

Kementrian Koperasi perlu perhatikan 'koperasi pasif'

Jogjakarta-KoPi| Koperasi DIY menggelar rangkaian acara guna memeriahkan ulang tahun koperasi Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2015 lalu. Pada usianya yang telah menginjak 68 tahun lamanya koperasi masih banyak menyimpan permasalahan yang belum tuntas diselesaikan oleh pemerintah.

Menurut salah satu anggota APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) perwakilan Jogja, Tugiyono menilai secara kasat mata kondisi perekonomian koperasi saat ini cenderung stabil. Namun kondisi tersebut belum menyentuh kondisi personal masing-masing koperasi di daerah.

“Dalam koperasi itu biasa ada koperasi yang maju dan ada koperasi yag jatuh. Kita mendorong Kementrian Koperasi untuk memberikan dukungan kepada koperasi yang kurang aktif. Hal ini dilakukan dengan pendataan lagi koperasi-koperasi yang aktif guna kelancaran bantuan," jelas Tugiyono di sela kesibukan menjaga outlet pameran UMKM di Balaikota sore tadi.

Selanjutnya, Tugiyono menjelaskan sangat penting pemerintah menjalin hubungan baik dengan korupsi. Adanya komunikasi berguna untuk menimalisir masalah di lapangan. Tugiyono selaku pemerhati pedagang kaki lima menjelaskan khusus pedagang kaki lima, pihak yang sering bergesekan dengan pemerintah.

“Kami koperasi PPKLY (Persatuan Pedagang kaki Lima Yogyakarta) anggotanya ada 4000 ribu pedagang. Kami melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan selama ini mereka menganggap PKL itu kumuh dan kotor,” jelas Tugiyono. |Winda Efanur FS|

back to top