Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Kementerian Agraria meminta masyarakat untuk setifikasi tanah

Kementerian Agraria meminta masyarakat untuk setifikasi tanah

Jogja-KoPi|Dirjen Infrastruktur Keagrariaan dari Kementrian Agraria dan Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ir.R.M.Adi Darmawan,M.Eng.Sc., meminta masyarakat agar segera mensertifikasi tanah.

Adi Darmawan mengatakan di wilayah Indonesia terdapat 125 juta bidang tanah dan baru sekitar 44 Juta bidang tanah yang terdaftar. Terkait dengan pemetaan, kementrian baru memetakan sekitar 22.16 juta bidang.  Untuk itu pihaknya akan mempercepat proses sertifikasi tanah pada masyarakat

Adi Darmawan menjelaskan sertifikasi ini berkaitan dengan program Kementrian Agraria dan Tata Ruang yang mempunyai 3 program yaitu Legalisasi aset tanah, Reforma Agraria, dan pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Kementerian Agraria sendiri menargetkan untuk tahun ini ada akan ada 5 juta bidang tanah disertifikatkan untuk pemetaan infrastruktur Indonesia.
.
"Kita di sini akan mengakselerasi pemetaan tanah untuk pembangunan infrastruktur yang nantinya akan sangat membantu masyarakat untuk sertifikasi tanah,"paparnya saat jumpa pers di Kantor pusat Fakultas Teknik UGM, dalam rangka Hari Peringatan Teknik Tinggi (HPTT) ke 71 Fakultas Teknik UGM,Selasa (21/2).
 
Adi Darmawan menjelaskan percepatan pembangunan infrastruktur ini akan meliputi 4 aspek atau 4M. Pertama, aspek peningkatan sumber daya manusia (man),kedua, penyediaan sarana dan prasarana berkaitan dengan proses pemetaan (material), ketiga, penyederhanaan metode pengukuran dan upaya peningkatan partisipasi masyarakat (method)dan ke empat, ketersediaan pembiayaan (money).

Hal ini bertujuan agar masyarakat juga dapat mengawasi serta berpartisipasi dalam proses pemetaan ini.

"Seluruh lembaga kementrian meminta input dari masyarakat karena  kita membutuhkan partisipasi masyarakat. Kalau hanya pemerintah yang mengawasi maka kami rasa akan sulit dalam menjalankan program ini,"

Kementerian Agraria sendiri nanti akan berperan sebagai koordinator atau pengarah dalam membantu masyarakat untuk mensertifikasi tanah.  Adi  Darmawan juga mengatakan sudah memberikan ujian pada 800 orang yang nantinya dapat membuka kantor untuk membantu masyarakat dalam proses percepatan sertifikasi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Prof.Ir. Panut Mulyono,M.Eng.,D.Eng., menjelaskan Fakultas Teknik UGM mendukung serta ikut berpartisipasi program. Program ini juga sejalan dengan salah departemen teknik UGM yaitu Departemen Teknik Geodesi (DTGD). DTGD sendiri memiliki kontribusi untuk pembangunan tanah di Indonesia.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top