Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Jogja-KoPi│Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dorong para peneliti lakukan publikasi riset nasional maupun internasional untuk bersaing dengan peneliti negara lain.

Dr. Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengatakan bahwa para peneliti Indonesia perlu untuk meningkatkan riset dan melakukan publikasi riset.

“Perlu ada peningkatan riset dan publikasi riset yang ada di Indonesia. Potensi publikasi sebanyak 151 ribu tapi baru muncul 11 ribuan. Kalau seperti ini bisa dikatakan peneliti kita tidak ada apa-apanya”, jelasnya pada sosialisasi kebijakan, pengelolaan dan pelaksanaan riset Kemenristekdikti tahun 2017 dan 2018 bertempat di Graha Sabha Permana UGM, Kamis (6/4)

Penelitian di Indonesia hingga saat ini masih cenderung dianggap sebagai pengguguran tugas. Sehingga, penelitian yang dilakukan tidak mendapatkan hak paten dan publikasi.

“Karena banyak cueknya dengan penelitian akibatnya seperti ini, paten kita kurang dari 2000 sekarang. Kalau tidak ada perubahan maka kita tidak ads apa-apanya”, kata Dimyati.

Untuk itu Kemenristek mengajak para peneliti untuk mematenkan penelitiannya dan melakukan publikasi, sehingga tidak kalah dengan negara lain.

“Mari kita ubah penelitian kita untuk melakukan penelitian jangka panjang untuk mendapatkan hak paten dan publikasi”, ujar Dimyati.

Di sisi lain kemenristek juga telah menyederhanakan skema-skema riset yg ada sehingga minim pertanggung jawaban administrasi bagi peneliti.

“Dulu ada 17 skema sekarang menjadi 14 skema. Tiap skema Ada perubahan masing-masing, sekarang menampung doktor by research. Dan dalam penelitian ada luaran wajib dan luaran tambahan”, jelas Dimyati.

Selanjutnya Dimyati juga menjelaskan bahwa untuk mendorong para peneliti melakukan publikasi, kemenristek juga memberikan tambahan insentif bagi peneliti serta pertanggung jawaban keuangan yang minim.

“Kita berikan insentif untuk bergerak. Kalau tidak mau bergerak, ya kita tidak ada apa-apanya dengan peneliti negara lain”, tutup Dimyati.

back to top