Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kemenpora: SOPREMA 2017 Dukung Upaya Pemerintah Cetak Wirausahawan Muda

Kemenpora: SOPREMA 2017 Dukung Upaya Pemerintah  Cetak Wirausahawan Muda

Yogyakarta – Pekan lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menggelar kegiatan Kemitraan Strategis dalam Menumbuhkembangkan Kader Wirausaha Muda Pemula di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta. Acara yang berlangsung mulai tanggal 22 Agustus hingga 25 Agustus ini dibuka oleh Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Drs. Ponidjan.Hadir pula PLT. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Dr. Jonni Mardizal, MM.

Dalam sambutannya, Ponidjan mengungkapkan bahwa sinergitas lintas sektor dalam pengembangan kewirausahaan pemuda adalah hal penting. Sinergitas itu mewujudkan amanah UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, PP No. 14 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kewirausahaan dan Kepeloporan serta Penyediaan Prasarana dan Sarana Kepemudaan, dan Perpres No. 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan. Sinergitas itu merupakan strategi agar pengembangan kewirausahaan pemuda yang tersebar di berbagai kementerian lembaga dapat berjalan harmonis.

Dr. Jonni Mardizal, MMmenyatakan perlunya penataan ulang terhadap brand kewirausahaan pemuda menuju Indonesia berdikari.Karakter, kapasitas dan daya saing wirausaha mudayang masih rendah menjadi salah satu kondisi yang memprihatinkan. Belum lagi pembagian peran antar sektor dalam membangun kewirausahaan masih belum jelas.

Selain itu, pengembangan kewirausahaan juga masih menggunakan economic approach semata. Re-branding ini diharapkan mampu membentuk kondisi di mana wirausaha muda memiliki karakter yang kuat, kapasitas tinggi dan memiliki daya saing. Oleh karena itu, Kemenpora berupaya menciptakan kader wirausaha dan pengembangan kewirausahaan menggunakan humanresources approach.

Upaya re-branding kewirausahaan pemuda dilakukan dengan dua strategi.Pertama, program kewirausahaan pemuda tidak sekedar pelatihan dan pemberian modal, melainkan program untuk mencetak pemuda pada umumnya, yaitu wirausaha yang berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing.

Kedua, melaksanakan kebijakan yang diamanatkan undang-undang, yaitu program yang lebih fokus pada upaya mempersiapkan kader-kader wirausaha muda pemula unggul, yaitu wirausaha yang memiliki karakter, kapasitas, dan daya saing.Jonni mengatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah mencetak duta wirausaha muda adalah melalui SOPREMA.

Pada konferensi pers SOPREMA 2017 bulan Maret lalu, Ponidjan menyampaikan, “Sociopreneur merupakan ujung tombak mengidentifikasi masalah sosial dan menjadi solusi. SOPREMA menjadi wadah pembentukan pemuda sebagai kader-kader petarung masa depan. Harapannya kader-kader itu memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungannya karena hanya orang-orang yang memiliki jiwa inilah yang akan menjadi pemimpin.” Kehadiran SOPREMA diharapkan mampu menyebarkan semangat kewirausahaan sosial bagi kalangan muda Indonesia.

Kompetisi dan Expo Sociopreneur Muda Indonesia (SOPREMA) 2017 merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh YouSure FISIPOL UGM untuk membentuk pemuda Indonesia yang memiliki semangat kewirausahaan sosial di Indonesia.

Dengan dukungan dari Kemenpora, SOPREMA 2017 berkontribusi dalam pembentukan duta wirausaha muda melalui pembinaan kepada para pemenang, baik dari sisi moril dan inovasi melalui coach dan mentor, koordinasi dan sinergitas dengan stakeholder, serta tak lupa dukungan anggaran. Nilam Socioenterprise, Najah, Indotani Makmur, Jambi Youth Movement, dan Viscoose adalah sederet nama-nama pemenang SOPREMA 2016 yang tidak hanya sukses dalam berwirausaha namun juga mampu mengatasi masalah sosial masyarakat Indonesia.

Acara itu diikuti oleh Kementerian/Lembaga terkait pengembangan kewirausahaan pemuda, Perwakilan SKPD dari 34 Provinsi, Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi/Universitas dan Organisasi/Forum Kewirausahaan. Berbagai kebijakan pengembangan kewirausahaan pemuda oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dan berbagai kementerian lembaga terkait lainnya disosialisasikan dalam acara tersebut.

back to top