Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kemenhub gunakan puluhan trilyun proyek KA cepat Surabaya-Jakarta

Kemenhub gunakan puluhan trilyun proyek KA cepat Surabaya-Jakarta

Sleman-KoPi|Menteri perhubungan (Menhub),Budi Karya Sumadi menyampaikan pihaknya akan menggunakan anggaran tambahan hingga 20-30 trilliun pada proyek kereta api cepat Jakarta Surabaya.

Menhub mengatakan proyek pembuatan kereta api cepat ini sekiranya akan menghabiskan anggaran kurang lebih 60 triliun rupiah. Namun demikian angka 60 triliun ini dirasa masih belum cukup karena Kemenhub belum membangun Rel khusus untuk Kereta Api cepat ini.

"Dulukan itu 60 (triliun ) namun tidak ada rel tambahan, jadi kalo ada tambahan rel mungkin itu inbetween(antara) 60-90,"ujarnya saat ditemui di UGM,Kamis (7/12).

Budi memaparkan pembuatan rel khusus ini bukan berarti menunjukkan pembengkakan anggaran namun justru penghematan.

Pasalnya Rel yang dibangun oleh Kemenhub adalah rel kereta api jenis Eksisting atau rel yang dibangun tepat disebelah rel biasa yang digunakan kereta berkecepatan lambat pada umumnya. Sekiranya pihaknya pun dapat menghemat anggaran lebih dari 50 triliun.

"Rel eksisting ini lebih murah ,tidak membebaskan tanah serta dapat menggunakan sebagian rel. Sehingga harganya tidak mahal dan optimal," papar Budi.

Menurut Menhub, pembuatan rel tambahan ini dapat memberikan sejumlah keunggulan. Pertama,selama proses konstruksi rel kereta api cepat, proses ini tidak mengganggu lintasan rel kereta berkecepatan rendah. Kedua, kereta api kecepatan tinggi tidak akan mengambil lintasan rel kecepatan rendah.

Ketiga,pembangunan rel kereta eksisting akan mengambil lintasan sebidang yang dirasa banyak mengganggu dan menimbulkan kecelakaan di rel kereta. Lintasan sebidang ini adalah bagian dari perpotongan jalur kereta api dengan jalan yang biasa digunakan pengendara.

"Kita akan menyelesaikan 800 hingga 900 lintasan sebidang. Jadi selain kereta cepat, lintasan bidang yang selama ini mengganggu dan menimbulkan kecelakaan bisa diselesaikan. Jadi selain saving cost (penghematan anggaran) ,ini juga bisa mengatasi masalah social cost,"tambahnya.

Mengenai tambahan anggaran, Budi pun mengimbuhkan secara pribadi bahwa dirinya punya kecenderungan menyetujui tambahan anggaran ini. Ia bersama Kemenhub pun melihat bahwa penambahan anggaran rel eksisting lebih masuk akal ketimbang membangun jalur khusus baru yang memakan anggaran lebih banyak.

"Saya melihatnya itu logic, jadi makanya saya datang kesini (ke UGM) untuk meng share (membagikan ) padangan pada kalangan akademika UGM,ITB, serta bappenas agar mendapat tanggapan dan rekomendasi maksimal pada proyek ini,"imbuh Budi ditengah-tengah saat mengisi acara Seminar peningkatan kecepatan KA koridor Jakarta- Surabaya di Pascasarjana UGM.


Sementara itu Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto menyebutkan sekiranya Kemenhub menggunakan anggaran kurang lebih 85 triliun untuk pembangunan rel eksisting. Ia menghitung Pemerintah dapat menghemat dengan jumlah anggaran sama yaitu 85 triliun, dibandingkan membuat jalur baru menghabiskan 170 triliun.

"Kalau buat jalur baru khusus kereta cepat pembebasa tanahnya lebih lama ,anggaran dana eksisting itu 85 triliun. Kalau jalur baru memang hanya menghabiskan tiga(3) jam perjalanan untuk Jakarta Surabaya ,tapi anggaran sampai 170 triliun, "sebutnya.

Kereta baru Jakarta Surabaya ini dikabarkan akan selesai pada 2020 mendatang. Semetara profil kereta ini diprediksi akan memiliki kecepatan normal 145 kilometer perjam dan kecepatan tertinggi nya 160 kilometer (Km)perjam.

Jarak antara Jakarta-Surabaya 720km dengan waktu tempuh kereta 9 jam perjalanan pada umumnya, nantinya dapat ditempuh kereta ini nempuh hanya dengan waktu tempuh 5,5 Jam.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top