Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kemegahan Majapahit yang harus ditelusuri

foto: commons.wikimedia.org foto: commons.wikimedia.org

Mojokerto-KoPi| Siapa tidak mengetahui kerajaan Majapahit yang sempat menjadi negara terbesar di Asia? Wilayah kekuasaan Majapahit melingkupi seluruh pulau Nusantara, Malaysia, Kamboja dan Filipina. Betapa megah dan jaya negara klasik yang pemerintahannya berpusat di Trowulan, Jawa Timur tersebut. Kemegahan tersebut masih berdiri melalui situs-situs peninggalannya.

Mari kita mulai perjalanan ini dari pintu gerbang Majapahit yang masih berdiri, yaitu Candi Bajang Ratu. Pintu gerbang tersebut berdiri sekitar abad ke-14 yang bertujuan sebagai pintu gerbang suci bagi Raja Jayanegara yang telah wafat.

sumber foto: travelmatekamu.com

Ketika Jayanegara mendapatkan tahta kerajaan, usianya masih sangat muda. Nama Bajang Ratu terkait dengan usia Jayanegara yang bermakna raja muda atau bangsawan muda. Pada cerita rakyat istilah Bajang Ratu juga bermakna raja cacat. Sebab Jayanegara sempat terjatuh di gapura Bajang Ratu dan mengalami cacat pada bagian tubuhnya.

Candi Bajang Ratu terbuat dari batu bata merah dan berlantai batu andesit. Gapura ini merupakan tipe paduraksa atau gapura yang memiliki atap. Pada masa itu model gapura ini merupakan bangunan sangat megah dan menunjukkan kekayaan kerajaan.

foto: www.inspiritinc.com

Kunjungan wisatawan asing makin meningkat jumlahnya. Mereka tertarik pada kebesaran kerajaan Majapahit yang aura kemegahannya masih sangat besar. Namun apakah kemegahan Majapahit telah menjadi inspirasi bagi Indonesia sekarang? Para generasi muda sebaiknya berkunjung ke situs, sebagai cara menyerap energi peradaban.

Cara mencapai gerbang Candi Bajang Ratu cukup mudah. Para wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor hanya 200 meter dari jalan raya Mojokerto-Jombang.*

 

KoPi

back to top