Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Kemegahan Majapahit yang harus ditelusuri

foto: commons.wikimedia.org foto: commons.wikimedia.org

Mojokerto-KoPi| Siapa tidak mengetahui kerajaan Majapahit yang sempat menjadi negara terbesar di Asia? Wilayah kekuasaan Majapahit melingkupi seluruh pulau Nusantara, Malaysia, Kamboja dan Filipina. Betapa megah dan jaya negara klasik yang pemerintahannya berpusat di Trowulan, Jawa Timur tersebut. Kemegahan tersebut masih berdiri melalui situs-situs peninggalannya.

Mari kita mulai perjalanan ini dari pintu gerbang Majapahit yang masih berdiri, yaitu Candi Bajang Ratu. Pintu gerbang tersebut berdiri sekitar abad ke-14 yang bertujuan sebagai pintu gerbang suci bagi Raja Jayanegara yang telah wafat.

sumber foto: travelmatekamu.com

Ketika Jayanegara mendapatkan tahta kerajaan, usianya masih sangat muda. Nama Bajang Ratu terkait dengan usia Jayanegara yang bermakna raja muda atau bangsawan muda. Pada cerita rakyat istilah Bajang Ratu juga bermakna raja cacat. Sebab Jayanegara sempat terjatuh di gapura Bajang Ratu dan mengalami cacat pada bagian tubuhnya.

Candi Bajang Ratu terbuat dari batu bata merah dan berlantai batu andesit. Gapura ini merupakan tipe paduraksa atau gapura yang memiliki atap. Pada masa itu model gapura ini merupakan bangunan sangat megah dan menunjukkan kekayaan kerajaan.

foto: www.inspiritinc.com

Kunjungan wisatawan asing makin meningkat jumlahnya. Mereka tertarik pada kebesaran kerajaan Majapahit yang aura kemegahannya masih sangat besar. Namun apakah kemegahan Majapahit telah menjadi inspirasi bagi Indonesia sekarang? Para generasi muda sebaiknya berkunjung ke situs, sebagai cara menyerap energi peradaban.

Cara mencapai gerbang Candi Bajang Ratu cukup mudah. Para wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor hanya 200 meter dari jalan raya Mojokerto-Jombang.*

 

KoPi

back to top