Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Kelompok penipu pengganda uang ditangkap Satreskim Polresta Yogyakarta

Kelompok penipu pengganda uang ditangkap Satreskim Polresta Yogyakarta

Jogja-KoPi|Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta berhasil menciduk kelompok penipu dan penggelap uang di Yogyakarta.

Kepala satuan reskrim Polresta ,M. Kasim Akbar Bantilan,S.IK menjelaskan kedua pelaku yang sudah tertangkap ini melakukan operasinya dengan mengaku sebagai orang pintar (dukun) yang dapat melipat gandakan uang. Para korbannya pun diimingi-imingi dapat menerima uang berkali-kali lipat di tangan para pelaku.

"Penggandaan uangnya sendiri dengan proses ritual, tirakat, dan sebagainya. Korban yang memberikan uang 10 juta kepada pelaku, diiming-imingi mendapatkan uangnya kembali dengan jumlah hingga 6 milyar,"jelasnya saat Jumpa pers di kantor Satreskrim Polresta Yogyakarta,Senin (2/10).

Sementara kronologis dan cara kerja kedua pelaku ini,salah satu pelaku berinisial Asun,pertama menawarkan kepada korban-korbannya cara mendapatkan uang banyak dengan jumlah berlipat-lipat. Asun pun menceritakan kesaktian Mbah Geger ,sang pelaku kedua ,yang mampu melipat gandakan uang.

"Mereka (pelaku ) pun menceritakan proses ritualnya di lakukan di Samigaluh di Goa sriti. Julukkan dari mistisnya adalah mbah geger dan ini julukan yang mereka cipatkan. (Mengakunya) mbah Geger ini punya kemampuan seperti nyantet, meningkatkan asmara, mencelakai, dan menggandakan uang,"ucap Kasim.

Agar lebih meyakinkan lagi, para pelakupun menunjukkan emas palsu batangan seberat 1 Kilogram serta beberapa alat ritual seperti dupa,kemenyan,dan wewengian kepada korbannya .Para korban pun tertarik untuk menabungkan uang di tangan kedua pelaku ini dengan harapan uang mereka bertambah.

Dari penipuan ini,kedua pelakupun berhasil mengantongi uang hingga 130 Juta rupiah. Namun demikian, operasi mereka berhasil dihentikan oleh Satreskrim setelah Polresta menerima laporan pada tanggal 18 September 2017 dari salah satu korban penipuan ini.

Kedua korban pun dikenai pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman penjara minimal 5 tahun.

Kasat Reskrim pun menghimbau kepada masyarakat Jogja segera melapor jika pernah merasa ditipu oleh kedua pelaku ini atau ditipu dengan kasus serupa. Pasalnya, kedua pelaku ini sudah beroperasi sejak 2016 lalu.

"Mereka(pelaku) sudah menjalankan operasi ini sejak tahun lalu, beberapa bulan menjalankan penipuan, kami pun berhasil mengamankan pada bulan September lalu. Mereka mengakunya hanya melakukan kejahatan ini sekali ini, namun kami menghimbau ke masyarakat jika merasa pernah ditipu oleh modus yang sama,harap segera melapor,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top