Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kekurangan zat gizi mempengaruhi kecerdasan individu

Kekurangan zat gizi mempengaruhi kecerdasan individu

Sleman-KoPi|Pakar Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada, dr. Toto Sudargo sampaikan bahwa kekurangan zat gizi tertentu dapat mempengaruhi kualitas pertumbuhan dan kecerdasan individu.

Ia pun menjelaskan salah satu zat gizi seperti Defisiansi Yodium dan Zat besi merupakan salah satu unsur penting untuk mencetak kualitas pertumbuhan dan kecerdasan anak ataupun individu. Namun demikian,permasalahan-permasalahan gizi seperti yang terjadi di Indonesia saat ini ,memastikan dapat menghambat laju kembang serta kecerdasan anak-anak dimasa mendatang.

"Masalah Gizi yang muncul saat ini di Indonesia ialah penyakit kekurangan zat gizi tertentu seperti Anemia,Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) ,dan masalah lainnya seperti kekurangan gizi serta gizi buruk,"ungkapnya saat mengisi Talkshow ,"Pengaruh Malnutrisi Yodium dan Zat Besi pada kecerdasan" ,di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM,Selasa (5/9)

Ia juga menjelaskan, berdasarkan Data Riskesdas 2013 secara nasional menyebutkan bahwa proporsi Balita yang terkena anemia dengan rentang usia 15-59 Bulan memiliki presentase sebesar 28,1 persen dan Ibu Hamil sebesar 37,1 persen.

Ia mengimbuhkan dampak permasalahan gizi yang tidak teratasi dengan baik ini tentunya akan mempengaruhi kualitas hidup pasien terdampak dan berdampak besar pula terhadap kondisi sosial ekonomi yang terpapar.

Tak hanya itu, dr. Toto juga menerangkan ,individu yang menyandang GAKY biasanya mengalamk keterhambatan pada perkembangan psikomotornya. Khusus anak-anak pada usia sekolah,mereka merasakan dampak seperti penurunan kemampuan kognitif yang berupa tes Bahasa,keterampilan ,dan koordinasi ,atau sama dengan penurunan IQ sebesar 5 hingga 19 Poin.

"Mereka(Penyandang GAKY)) rata-rata memiliki kapasitas mental dan kemampuan kognitif yang rendah serta produktivitas kerja yang lambat,"tutur Toto yang juga merupakan Dosen Prodi Gizi FK UGM.

Pakar lainnya juga senada dengan dr. Toto ,mereka juga menekankan kepada Ibu Hamil penyandang GAKY ,mereka dapat memberikan dampak yang cukup signifikan pada anak yang dikandungnya.

Pakar Fetomaternal atau biasa disebut ahli Janin,Bayi dan Ibu Hamil , dr. Rukmono Siswanto mengatakan seorang Ibu Hamil yang mengalami GAKY dapat mempengaruhi janinnya baik dari masa kandungan hingga kelahirannya.

"Pada Ibu Hamil,GAKY menyebabkan Keguguran Spontan ,lahir mati dan kematian Bayi, nantinya juga mempengaruhi otak bayi dan kemungkinan menjadi Cebol pada saat dewasa nanti,"ujar dr. Rukomono yang bekerja di RSUD Sardjito

Dr. Rukomono juga menuturkan seorang Ibu yang menderita pembesaran gondok akan melahirkan bayi yang juga menderita kekurangan Yodium. Ia pun berpesan kepada Ibu hamil jika bayi tidak segera diobati ,pada usia satu tahun ,sang bayi akan mengalami pembesaran pada kelenjar gondoknya.

Melihat banyaknya masalah yang ditumbulkan pada kurangnya gizi,para pakar Gizi UGM pun menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan pola gizi makanan serta tak lagi mengganggap remeh penyakit seperti GAKY.

Dan mencontoh hasil penelitian luar Negeri, Dr.Toto pun juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih banyak memberikan suplementasi zat besi kepada anak-anak untuk menambah IQ mereka serta mencegah terjangkitnya GAKY.

"Penelitian di Thailand menyebutkan bahwa kelompok yang diberikan suplementasi zat besi yang lebih,cenderung memiliki iq yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompk yang tidak diberi suplementasi,"tutupnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top