Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kekurangan zat gizi mempengaruhi kecerdasan individu

Kekurangan zat gizi mempengaruhi kecerdasan individu

Sleman-KoPi|Pakar Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada, dr. Toto Sudargo sampaikan bahwa kekurangan zat gizi tertentu dapat mempengaruhi kualitas pertumbuhan dan kecerdasan individu.

Ia pun menjelaskan salah satu zat gizi seperti Defisiansi Yodium dan Zat besi merupakan salah satu unsur penting untuk mencetak kualitas pertumbuhan dan kecerdasan anak ataupun individu. Namun demikian,permasalahan-permasalahan gizi seperti yang terjadi di Indonesia saat ini ,memastikan dapat menghambat laju kembang serta kecerdasan anak-anak dimasa mendatang.

"Masalah Gizi yang muncul saat ini di Indonesia ialah penyakit kekurangan zat gizi tertentu seperti Anemia,Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) ,dan masalah lainnya seperti kekurangan gizi serta gizi buruk,"ungkapnya saat mengisi Talkshow ,"Pengaruh Malnutrisi Yodium dan Zat Besi pada kecerdasan" ,di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM,Selasa (5/9)

Ia juga menjelaskan, berdasarkan Data Riskesdas 2013 secara nasional menyebutkan bahwa proporsi Balita yang terkena anemia dengan rentang usia 15-59 Bulan memiliki presentase sebesar 28,1 persen dan Ibu Hamil sebesar 37,1 persen.

Ia mengimbuhkan dampak permasalahan gizi yang tidak teratasi dengan baik ini tentunya akan mempengaruhi kualitas hidup pasien terdampak dan berdampak besar pula terhadap kondisi sosial ekonomi yang terpapar.

Tak hanya itu, dr. Toto juga menerangkan ,individu yang menyandang GAKY biasanya mengalamk keterhambatan pada perkembangan psikomotornya. Khusus anak-anak pada usia sekolah,mereka merasakan dampak seperti penurunan kemampuan kognitif yang berupa tes Bahasa,keterampilan ,dan koordinasi ,atau sama dengan penurunan IQ sebesar 5 hingga 19 Poin.

"Mereka(Penyandang GAKY)) rata-rata memiliki kapasitas mental dan kemampuan kognitif yang rendah serta produktivitas kerja yang lambat,"tutur Toto yang juga merupakan Dosen Prodi Gizi FK UGM.

Pakar lainnya juga senada dengan dr. Toto ,mereka juga menekankan kepada Ibu Hamil penyandang GAKY ,mereka dapat memberikan dampak yang cukup signifikan pada anak yang dikandungnya.

Pakar Fetomaternal atau biasa disebut ahli Janin,Bayi dan Ibu Hamil , dr. Rukmono Siswanto mengatakan seorang Ibu Hamil yang mengalami GAKY dapat mempengaruhi janinnya baik dari masa kandungan hingga kelahirannya.

"Pada Ibu Hamil,GAKY menyebabkan Keguguran Spontan ,lahir mati dan kematian Bayi, nantinya juga mempengaruhi otak bayi dan kemungkinan menjadi Cebol pada saat dewasa nanti,"ujar dr. Rukomono yang bekerja di RSUD Sardjito

Dr. Rukomono juga menuturkan seorang Ibu yang menderita pembesaran gondok akan melahirkan bayi yang juga menderita kekurangan Yodium. Ia pun berpesan kepada Ibu hamil jika bayi tidak segera diobati ,pada usia satu tahun ,sang bayi akan mengalami pembesaran pada kelenjar gondoknya.

Melihat banyaknya masalah yang ditumbulkan pada kurangnya gizi,para pakar Gizi UGM pun menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan pola gizi makanan serta tak lagi mengganggap remeh penyakit seperti GAKY.

Dan mencontoh hasil penelitian luar Negeri, Dr.Toto pun juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih banyak memberikan suplementasi zat besi kepada anak-anak untuk menambah IQ mereka serta mencegah terjangkitnya GAKY.

"Penelitian di Thailand menyebutkan bahwa kelompok yang diberikan suplementasi zat besi yang lebih,cenderung memiliki iq yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompk yang tidak diberi suplementasi,"tutupnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top