Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kejutan! Yasnita Hentikan Unggulan Dua

Kejutan! Yasnita Hentikan Unggulan Dua

Kudus-KoPi| Persaingan di arena Blibli.com Bamdinton Asia U17 & U15 Junior Championships 2015 semakin sengit (8/10). Kejutan pun mulai terjadi, unggulan mulai bertumbangan. Salah satunya, Benyapa Aimsaard, unggulan kedua asal Thailand itu harus terjungkal di babak 16 besar.

Atlet yang menghentikan Benyapa tak lain adalah Yasnita Enggira Setiawan. Pemain asal Barokah Badminton Club Jakarta itu sukses menghentikan unggulan dua itu dalam dua game langsung. Sejak awal game di pertandingan yang digelar di GOR Djarum, Jati pada Kamis (8/10) petang, Yasnita berhasil terus menekan.

Ia pun unggul cukup jauh 20-15 jelang akhir game pembuka. Namun kesalahan demi kesalahan yang ia lakukan justru menguntungkan lawan, namun ia sukses menutup game pembuka ini dengan skor tipis 21-19.

“Di akhir game kedua itu saat saya unggul memang sempat cukup jauh, tetapi saya juga malah buru-buru. Tetapi untungnya tidak sampai deuce,” ujar Yasnita usai laga.

Pertarungan sengit di game kedua pun tak bisa dihindari. Yasnita bahkan sempat tertinggal 19-20. Kesalahan beruntun yang dilakukan lawan membuatnya berbalik menang tipis 23-21 sekaligus membuatnya berhak atas tiket perempat final.

“Tadi juga lawan malah banyak mati sendiri, tentunya senang bisa menang lawan unggulan dua. Tetapi besok pertandingan baru, saya harus tetap waspada, tidak boleh lengah. Karena kalau lengah malah nantinya jadi boomerang. Unggulan atau bukan sama saja,” tambah atlet yang lahir 11 Agustus 2001 itu.

Di babak perempat final, Yasnita sudah dinanti oleh wakil Korea, Se Yeong An yang menang 21-16 dan 21-5 atas wakil Jepang, Nanako Kida. “Saya belum pernah melihat permainannya dan memang belum pernah bertemu. Namun pemain Korea biasanya ulet, mereka juga punya kecepatan yang bagus dan rapi, harus terus waspada,” pungkas juara Piala Walikota Surabaya 2015 itu.

Ini kedua kalinya Yasnita turun di turnamen se-Asia untuk U17 & U15 ini. Tahun lalu, ia harus terjungkal di babak pertama setelah dipaksa mengakui unggulan teratas sekaligus juara 2014 lalu, Chaiwan Pattarasuda dari Thailand.

Selain Yasnita, empat tunggal putri merah putih lainnya di nomor U15 pun turut melaju. Mereka akan saling berhadapan dan memastikan Indonesia akan mendapat dua tiket semifinal. Aldira Rizki Putri akan berhadapan dengan Jesita Putri, sementara Aisha Galuh Maheswari akan berjumpa Silvia Ratih di perempat final besok (9/10).

back to top