Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Kejam! Anak durhaka ini memotong-motong dan memakan tubuh orangtuanya!

Kejam! Anak durhaka ini memotong-motong dan memakan tubuh orangtuanya!
KoPi | Kasih orangtua sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Ungkapan itu berlaku untuk Henry Chau Hoi-lueng, seorang pria berusia 31 tahun asal Hongkong. Bukannya menyayangi orangtuanya yang sudah berusia senja, Chau justru membunuh kedua orangtuanya dengan sadis. Bukan itu saja, ia memotong-motong tubuh orangtuanya, lalu membumbui dan memasak potongan tubuh tersebut di dalam microwave, lalu memasukkannya ke kotak makan siang! Kejam!
 

South China Morning Post melaporkan Chau membunuh kedua orangtuanya setelah ia bertengkar dengan ayah dan ibunya. Chau membunuh kedua orangtuanya di apartemen tempat salah seorang temannya, Tse Chun Kei. Polisi menemukan potongan kepala kedua orangtua Chau di dalam kulkas besar di rumah Tse. Selain itu polisi juga menemukan beberapa kotak makan siang berisi potongan tubuh dan organ dalam, serta tiga kotak berisi bagian tubuh yang telah diasinkan. Beberapa potongan tubuh telah hilang dan polisi meyakini Chau memakan potongan tersebut.

Pengadilan Hongkong memutuskan Chau bersalah atas pembunuhan pada orangtuanya dan menjatuhi Chau penjara seumur hidup. Ia juga dijatuhi hukuman tambahan 9 tahun dan 4 bulan penjara karena tidak memberi pemakaman yang layak pada orangtuanya.

Hakim menilai Chau sebagai orang yang sangat berbahaya dan pembohong, serta memiliki kepribadian yang narsistik. Hakim menganggap Chau sama sekali tidak merasa bersalah, bahkan menimpakan kesalahannya pada orang lain.

 

Sementara teman Chau, Tse, dihukum satu tahun penjara karena tidak memberi pemakaman yang layak pada seseorang. Tse awalnya dituduh menjadi kaki tangan Chau, namun pengadilan memutuskan Tse terpaksa berbuat tersebut karena diancam dan dimanipulasi Chau. | South China Morning Post, Daily Mail

back to top