Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kejam! Anak durhaka ini memotong-motong dan memakan tubuh orangtuanya!

Kejam! Anak durhaka ini memotong-motong dan memakan tubuh orangtuanya!
KoPi | Kasih orangtua sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Ungkapan itu berlaku untuk Henry Chau Hoi-lueng, seorang pria berusia 31 tahun asal Hongkong. Bukannya menyayangi orangtuanya yang sudah berusia senja, Chau justru membunuh kedua orangtuanya dengan sadis. Bukan itu saja, ia memotong-motong tubuh orangtuanya, lalu membumbui dan memasak potongan tubuh tersebut di dalam microwave, lalu memasukkannya ke kotak makan siang! Kejam!
 

South China Morning Post melaporkan Chau membunuh kedua orangtuanya setelah ia bertengkar dengan ayah dan ibunya. Chau membunuh kedua orangtuanya di apartemen tempat salah seorang temannya, Tse Chun Kei. Polisi menemukan potongan kepala kedua orangtua Chau di dalam kulkas besar di rumah Tse. Selain itu polisi juga menemukan beberapa kotak makan siang berisi potongan tubuh dan organ dalam, serta tiga kotak berisi bagian tubuh yang telah diasinkan. Beberapa potongan tubuh telah hilang dan polisi meyakini Chau memakan potongan tersebut.

Pengadilan Hongkong memutuskan Chau bersalah atas pembunuhan pada orangtuanya dan menjatuhi Chau penjara seumur hidup. Ia juga dijatuhi hukuman tambahan 9 tahun dan 4 bulan penjara karena tidak memberi pemakaman yang layak pada orangtuanya.

Hakim menilai Chau sebagai orang yang sangat berbahaya dan pembohong, serta memiliki kepribadian yang narsistik. Hakim menganggap Chau sama sekali tidak merasa bersalah, bahkan menimpakan kesalahannya pada orang lain.

 

Sementara teman Chau, Tse, dihukum satu tahun penjara karena tidak memberi pemakaman yang layak pada seseorang. Tse awalnya dituduh menjadi kaki tangan Chau, namun pengadilan memutuskan Tse terpaksa berbuat tersebut karena diancam dan dimanipulasi Chau. | South China Morning Post, Daily Mail

back to top