Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Kedok praktek pengobatan tradisional cabuli anak 3 tahun

Kedok praktek pengobatan tradisional cabuli anak 3 tahun

Tanah Laut-KoPi- telah diamankan pelaku pencabulan yang dilakukan oleh Sapuanoor Bin Darmani 46 tahun warga jalan Telkom desa Panggung Baru Rt.2/01 Pelaihari Kabupaten Tanah laut, pada hari Kamis 30 Oktober 2014 pelaku melakukan persetubuhan dengan kedok membuka praktek pengobatan tradisional di Gang Melati desa Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah laut. 

 

Korban Cinta Nurlaila Asifa 03 tahun alamat Trans Cempaka Rt 32/10 Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru yang diantar oleh orang tuannya Nursaniah 24 tahun berniat untuk mengobatkan anaknya agar cepat bisa berjalan, kemudian pelaku menyuruh orangtua korban untuk meninggalkan korban didalam kamar praktek dengan pintu kamar tertutup sambil membunyikan musik dengan suara  keras.

Pada saat korban didalam kamar bersama pelaku ibu korban mendengar suara yang sedang menangis dan ibu korban berniat untuk mendatangi ke dalam kamar namun tidak diperbolehkan oleh pembantu pelaku, setelah selesai pengobatan dan kembali kerumah korban menangis terus menerus, ibu korban curiga lalu membuka pempres ternyata pempres korban terlihat noda darah, ibu korban langsung melaporkan pelaku ke Polsek Bati-Bati.

Anggota Polsek Bati-Bati yang dipimpin Kapolsek Bati-Bati Iptu Supriyatno langsung ke TKP dan mengamankan pelaku guna proses hukum selanjutnya ke unit PPA Reskrim Polres Tanah laut.

Humas Polri

 

back to top