Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kedok praktek pengobatan tradisional cabuli anak 3 tahun

Kedok praktek pengobatan tradisional cabuli anak 3 tahun

Tanah Laut-KoPi- telah diamankan pelaku pencabulan yang dilakukan oleh Sapuanoor Bin Darmani 46 tahun warga jalan Telkom desa Panggung Baru Rt.2/01 Pelaihari Kabupaten Tanah laut, pada hari Kamis 30 Oktober 2014 pelaku melakukan persetubuhan dengan kedok membuka praktek pengobatan tradisional di Gang Melati desa Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah laut. 

 

Korban Cinta Nurlaila Asifa 03 tahun alamat Trans Cempaka Rt 32/10 Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru yang diantar oleh orang tuannya Nursaniah 24 tahun berniat untuk mengobatkan anaknya agar cepat bisa berjalan, kemudian pelaku menyuruh orangtua korban untuk meninggalkan korban didalam kamar praktek dengan pintu kamar tertutup sambil membunyikan musik dengan suara  keras.

Pada saat korban didalam kamar bersama pelaku ibu korban mendengar suara yang sedang menangis dan ibu korban berniat untuk mendatangi ke dalam kamar namun tidak diperbolehkan oleh pembantu pelaku, setelah selesai pengobatan dan kembali kerumah korban menangis terus menerus, ibu korban curiga lalu membuka pempres ternyata pempres korban terlihat noda darah, ibu korban langsung melaporkan pelaku ke Polsek Bati-Bati.

Anggota Polsek Bati-Bati yang dipimpin Kapolsek Bati-Bati Iptu Supriyatno langsung ke TKP dan mengamankan pelaku guna proses hukum selanjutnya ke unit PPA Reskrim Polres Tanah laut.

Humas Polri

 

back to top