Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Kedok praktek pengobatan tradisional cabuli anak 3 tahun

Kedok praktek pengobatan tradisional cabuli anak 3 tahun

Tanah Laut-KoPi- telah diamankan pelaku pencabulan yang dilakukan oleh Sapuanoor Bin Darmani 46 tahun warga jalan Telkom desa Panggung Baru Rt.2/01 Pelaihari Kabupaten Tanah laut, pada hari Kamis 30 Oktober 2014 pelaku melakukan persetubuhan dengan kedok membuka praktek pengobatan tradisional di Gang Melati desa Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah laut. 

 

Korban Cinta Nurlaila Asifa 03 tahun alamat Trans Cempaka Rt 32/10 Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru yang diantar oleh orang tuannya Nursaniah 24 tahun berniat untuk mengobatkan anaknya agar cepat bisa berjalan, kemudian pelaku menyuruh orangtua korban untuk meninggalkan korban didalam kamar praktek dengan pintu kamar tertutup sambil membunyikan musik dengan suara  keras.

Pada saat korban didalam kamar bersama pelaku ibu korban mendengar suara yang sedang menangis dan ibu korban berniat untuk mendatangi ke dalam kamar namun tidak diperbolehkan oleh pembantu pelaku, setelah selesai pengobatan dan kembali kerumah korban menangis terus menerus, ibu korban curiga lalu membuka pempres ternyata pempres korban terlihat noda darah, ibu korban langsung melaporkan pelaku ke Polsek Bati-Bati.

Anggota Polsek Bati-Bati yang dipimpin Kapolsek Bati-Bati Iptu Supriyatno langsung ke TKP dan mengamankan pelaku guna proses hukum selanjutnya ke unit PPA Reskrim Polres Tanah laut.

Humas Polri

 

back to top