Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Kasus semen, pakar tanyakan "bukti" ke PT. SI

Kasus semen, pakar tanyakan "bukti" ke PT. SI

Jogjakarta-KoPi| Selama ini pembangunan pabrik semen memicu terjadinya konflik horizontal di kalangan masyarakat. Seperti pembangunan pabrik semen PT. SI (Semen Indonesia) di Rembang menyusul pembangunan pabrik semen di Pati oleh PT. Indocement.

Polemik muncul ketika masyarakat setempat menolak pembanguna pabrik semen di tempatnya. Masyarakat menilai adanya pabrik akan berakibat merusak tata lingkungan dan ekosistem yang ada.

Namun kekhawatiran masyarakat dibantah oleh perwakilan dari PT. SI, Agung Wiharto yang memaparkan model pengelolaan Green Industry. Dalam diskusi publik di gedung pusat FT. UGM pukul 09.00 WIB Agung model pengelolaan industri semen yang ramah lingkungan dan berkelanjutan terkait ekosistem.

Menurut Agung pabrik semen PT. SI di Tuban menerapkan konsep Green Industri yang meliputi AMDAL, konservasi sumber daya dan community development. Penjabaran AMDAL fokus menangani lingkungan seperti pengelolaan emisi udara, limbah B3 dan air.

“Kita di pabrik Tuban taruhan terkait gas buangan CO₂ bila ada pengunjung yang berhasil menekukan cerobong asap berati penanganan kita belum baik, dan bila pengunjung tidak menemukan pelayanan kita baik”, papar Agung.

Sementara terkait air khususnya air tanah, Agung menerapkan eksplorasi ramah lingkungan dengan tidak mengmbail air tanah kawasan lindung. Dia menjelaskan kasus Rembang PT. SI tidak menyalahi aturan air tanah.

“Dengan Rembang, kita melakukan penambangan yang benar dan tidak mengurangi dampak air tanah”, jelasnya.

Secara terpisah pernyataan Agung diragukan oleh dosen FT. UGM, Prof. Sunjoto penanganan limbah pabrik belum mempunyai bukti tidak meresahkan masyarakat. Pasalnya skala pabrik semen mengeluarkan banyak limbah seperti air, gas, bahkan DAS. Selain itu Prof. Sunjoto juga menanyakan kajian teknis yang mendukung penerapan UU keanekaragaman hayati dalam proses eksplorasi.

Agung menegaskan pihaknya melalu PT. SI telah melakukan reklamasi terhadap bekas daerah eksplorasi pabrik seperti di daerah Tuban. Terkait eksplorasi PT. SI mengaku tidak merambah kawasan lindung termasuk goa-goa yang dilindingi pemerintah.

Produksi semen Indonesia
Dalam penyediaan kebutuhan semen Indonesia PT. SI menyumbang 38% sekitar 31 juta ton. Produksi total secara nasional dengan PT semen lainnya sekitar 70 juta ton.
Pabrik baru PT. SI di Rembang masih menjadi polemik menelan biaya sekitar 3,7 triliun dengan produksi 3 juta ton. Kemungkinan adanya pembengkakan, PT. SI menganggarkan sekitar 5 triliun. |Winda Efanur FS|

back to top