Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kasus Ikhwanul Muslimin, Persidangan 2 jurnalis Al Jazeera ditunda

Al Jazeera television journalists Mohamed Fahmy (R) and Baher Mohamed speak to the media outside of a court in Cairo, March 19, 2015. Al Jazeera television journalists Mohamed Fahmy (R) and Baher Mohamed speak to the media outside of a court in Cairo, March 19, 2015.

Mesir- KoPi|Pengadilan Mesir akhirnya menunda kasus persidangan dua wartawan televisi Al Jazeera hingga Rabu 22 April 2015.

Kedua jurnalis ini terjerat dakwaan membantu organisasi teroris, referensi ke Ikhwanul Muslimin.

Kedua jurnalis itu Mohamed Fahmy dan Baher Mohamed. Untuk nasib Baher Mohamed dibebaskan dengan jaminan bulan lalu setelah menghabiskan lebih dari satu tahun dalam tahanan.

Kasus lain wartawan ketiga Al Jazeera, Peter Greste asal Australia dideportasi pada bulan Februari.

Mereka awalnya dihukum antara tujuh dan 10 tahun penjara atas tuduhan menyebarkan kebohongan untuk membantu organisasi teroris, yang tetap mereka elak. Pengadilan tinggi Mesir memerintahkan pengadilan ulang pada bulan Januari. |reuters.com|Winda Efanur FS|

 

back to top