Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kasus Ebola: Obama dan PBB adakan pertemuan darurat

Kasus Ebola: Obama dan PBB adakan pertemuan darurat
New York-KoPi- Presiden AS Barack Obama mengatakan saat ini Ebola adalah serangan besar untuk Afrika Barat. PBB dan Pemerintahan Obama mengadakan pertemuan darurat membahas tentang bantuan militer untuk amankan Ebola.

Mereka sedang mempersiapkan untuk menetapkan 3.000 personel militer AS yang akan dikirim ke Afrika Barat. Pasukan akan memasok dukungan medis, logistic, dan meningkatkan jumlah tempat tidur yang dibutuhkan untuk mengisolasi dan mengobati korban epidemi. 

Para pejabat pemerintah mengatakan dorongan baru mencakup upaya melatih sebanyak 500 pekerja perawatan kesehatan dalam seminggu dan mendirikan 17 fasilitas perawatan kesehatan dengan 100 tempat tidur untuk masing-masing wilayah. 

The Wall Street Journal melaporkan, Presiden Obama berencana meminta Kongres agar menyetujui permintaannya untuk mendanai serangan Ebola sebesar $ 97.300.000.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top