Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Kasus demam berdarah di DIY menurun

Kasus demam berdarah di DIY menurun

Sleman-KoPi|Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan DIY, Trisno Agung Wibowo menjelaskan angka kasus Demam berdarah (DB) Dengue pada tahun 2017 menurun.

Ia menuturkan terhitung dari awal tahun sampai Mei kemarin, Dinas Kesehatan menemukan kasus DB sebanyak 1134. Angka ini menurutnya menunjukkan penurunan yang cukup banyak pada kasus DB dibandingkan tahun- tahun sebelumnya.

"Angka kasus DBD tahun ini cenderung mengalami penurunan, pada tahun lalu jumlah kasus DBD berjumlah sampai 6318 kasus,"ungkap Agung saat Jumpa pers bersama EDP di UGM,Jumat (16/6).

Penurunan ini juga didkukung dengan perbandingan hitungan kasus pada tiap bulan di kedua tahun tersebut. Agung memaparkan pada bulan April tahun 2016, kasus DB berjumlah 444 kasus dan pada bulan yang sama tahun 2017, vkasus DB menurun sampai 332 kasus.

Sementara itu,ia mengatakan wilayah dengan jumlah kasus terbanyak DBD tahun ini masih sama seperti tahun lalu dengan dengan urutan peringkat satu wilayah Bantul, diikuti Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul dan wilayah Kulonprogo dengan kasus DB paling sedikit.

Agung sendiri melihat penurunan kasus ini karena wilayah Yogyakarta masuk kedalam wilayah endemis . Ia juga menambahkan DB sendiri memiliki kecenderungan meningkat dalam periode lima tahunan, dan mengikuti perubahan iklim.

"Kasus DBD DIY dikatakan bersifat endemis dan akan selaku ditemukan sepanjang waktu.Kasus nya mengikuti tren lima tahunan ,mudah-mudahan akhir tahun ini angka ini menunjukkan penurunan,"terangnya.

Meski angka kasus DBD ini menunjukkan penurunan,namun ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada karena hitungan ini baru memasuki lima bulan. Ia juga meminta kepada masyarakat agar laporkan dan obati segera jika ada temuan penyakit DB di daerah mereka.

"Yang terpenting jika ada orang sakit karena DB jangan sampai mereka meninggal,itu prinsip penanggulangan,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top