Menu
Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Ini tanggapan rektor UGM pada wacan…

Sleman-KoPi|Rektor Univer...

Cerita perjuangan wisudawan doktoral anak dari Satpam UGM.

Cerita perjuangan wisudawan doktora…

Sleman-KoPi| Tak ada yang...

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor tingkatkan internasionalisasi dosen dan mahasiswanya.

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor t…

Bantul-KoPi| Rektor Unive...

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil bes…

Sleman-KoPi| Tim mahasi...

Prev Next

Kasus Curanmor, Narkoba, Curat masih paling tinggi di tahun 2017

 polda diy

Jogja-KoPi|Menjelang akhir tahun 2017, Polda DIY menyampaikan laporan kasus-kasus yang sudah ditangani di wilayah Yogyakarta selama satu tahun penuh. Tiga kasus diantara nya memiliki frekuensi tinggi yang mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) di DIY.

Wakapolda DIY, Kombespol Teguh Sarwono,menyebutkan tiga kasus tersebut adalah curian dengan pemberatan (curat), Narkoba, dan curian kendaraan bermotor curanmor).

"Tiga kasus ini yang perlu dilingkari dalam pembahasan situasi KAMTIBMAS per kasusnya di tahun 2017,"ujarnya Teguh saat jumpa pers Akhir Tahun 2017 Polda DIY, di Gedung serba guna Mapolda DIY, Jumat (29/12).

Terhitung pada tahun 2017, Polda DIY menerima laporan Curat berjumlah 577 kasus dan berhasil diselesaikan yaitu 216.Curanmor laporan masuk 558, selesai 117. Sementara Narkoba laporan masuk 371 kasus, selesai 323.

Pada perbandingan kasus-kasus antara tahun 2016 dan 2017. Polda DIY menghitung hanya kasus Curanmor yang mengalami kenaikan. Dua kasus lainnya justru mengalami penurunan.

"Curanmor sendiri naik 32 kasus atau 6,08 persen, Curat turun 144 kasus, Narkoba turun 125 kasus,"tambahnya.

Selain Curanmor ,Teguh juga menyampaikan beberapa jenis kejahatan lainnya yang mengalami kenaikan di tahun 2017, seperti Kebakaran, Perkosaan, dan Uang Palsu.

Kasus kebakaran terjadi sebanyak 102 kejadian, naik 32 kasus dari tahun 2016. Perkosaan terjadi 14 kasus, naik 2 kasus yang sebelumnya terjadi 12 kasus. Uang palsu terjadi 4 kasus,naik 1 kasus.

Meski demikian, Teguh pun memaparkan jumlah total seluruh kasus yang ditangani Polda DIY mengalami penurunan. Ditahun ini Polda menerima laporan berjumlah 4795 kasus. Angka ini mengalami penurunan 1497 kasus (23,79%) dari total kasus tahun sebelumnya 2016 yaitu 6.292 kasus.

Penurunan angka ini juga mempengaruhi jumlah perkara yang sudah diselesaikan Polda DIY di tahun 2017. Di tahun 2016, penyelesaian perkara (PP)berjumlah 3066 kasus,di tahun 2017 penyelesaiannya berjumlah 2632 kasus.

"Sehingga ini (PP) mengalami penurunan 434 kasus atau 14,15 persen,"papar Teguh.

Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum),Kombespol Hadi Utama mengatakan pihaknya siap menyelesaikan perkara-perkara baik yang sudah atau belum ditangani hingga penghujung tahun. Ia juga mengimbuhkan bahwa tidak ada titik berat atau fokus khusus yang ditangani setelah laporan akhir tahun disampaikan

"Tidak ada titik berat atau satu kasus khusus yang kami fokuskan pada saat ini,semuanya akan kita selesaikan sesuai ranah kami," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top