Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Kasus Curanmor, Narkoba, Curat masih paling tinggi di tahun 2017

 polda diy

Jogja-KoPi|Menjelang akhir tahun 2017, Polda DIY menyampaikan laporan kasus-kasus yang sudah ditangani di wilayah Yogyakarta selama satu tahun penuh. Tiga kasus diantara nya memiliki frekuensi tinggi yang mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) di DIY.

Wakapolda DIY, Kombespol Teguh Sarwono,menyebutkan tiga kasus tersebut adalah curian dengan pemberatan (curat), Narkoba, dan curian kendaraan bermotor curanmor).

"Tiga kasus ini yang perlu dilingkari dalam pembahasan situasi KAMTIBMAS per kasusnya di tahun 2017,"ujarnya Teguh saat jumpa pers Akhir Tahun 2017 Polda DIY, di Gedung serba guna Mapolda DIY, Jumat (29/12).

Terhitung pada tahun 2017, Polda DIY menerima laporan Curat berjumlah 577 kasus dan berhasil diselesaikan yaitu 216.Curanmor laporan masuk 558, selesai 117. Sementara Narkoba laporan masuk 371 kasus, selesai 323.

Pada perbandingan kasus-kasus antara tahun 2016 dan 2017. Polda DIY menghitung hanya kasus Curanmor yang mengalami kenaikan. Dua kasus lainnya justru mengalami penurunan.

"Curanmor sendiri naik 32 kasus atau 6,08 persen, Curat turun 144 kasus, Narkoba turun 125 kasus,"tambahnya.

Selain Curanmor ,Teguh juga menyampaikan beberapa jenis kejahatan lainnya yang mengalami kenaikan di tahun 2017, seperti Kebakaran, Perkosaan, dan Uang Palsu.

Kasus kebakaran terjadi sebanyak 102 kejadian, naik 32 kasus dari tahun 2016. Perkosaan terjadi 14 kasus, naik 2 kasus yang sebelumnya terjadi 12 kasus. Uang palsu terjadi 4 kasus,naik 1 kasus.

Meski demikian, Teguh pun memaparkan jumlah total seluruh kasus yang ditangani Polda DIY mengalami penurunan. Ditahun ini Polda menerima laporan berjumlah 4795 kasus. Angka ini mengalami penurunan 1497 kasus (23,79%) dari total kasus tahun sebelumnya 2016 yaitu 6.292 kasus.

Penurunan angka ini juga mempengaruhi jumlah perkara yang sudah diselesaikan Polda DIY di tahun 2017. Di tahun 2016, penyelesaian perkara (PP)berjumlah 3066 kasus,di tahun 2017 penyelesaiannya berjumlah 2632 kasus.

"Sehingga ini (PP) mengalami penurunan 434 kasus atau 14,15 persen,"papar Teguh.

Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum),Kombespol Hadi Utama mengatakan pihaknya siap menyelesaikan perkara-perkara baik yang sudah atau belum ditangani hingga penghujung tahun. Ia juga mengimbuhkan bahwa tidak ada titik berat atau fokus khusus yang ditangani setelah laporan akhir tahun disampaikan

"Tidak ada titik berat atau satu kasus khusus yang kami fokuskan pada saat ini,semuanya akan kita selesaikan sesuai ranah kami," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top