Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kasus Angeline, UNICEF kecam kekerasan pada anak

Kasus Angeline, UNICEF kecam kekerasan pada anak
Surabaya - KoPi Kisah tragis meninggalnya bocah 8 tahun di Bali menuai banyak kecaman. Angeline yang sebelumnya hilang secara misterius pada 16/5 ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa pada rabu 10/6 di sebuah lubang di belakang rumah dekat kandang ayam.

Siswi SDN 12 Sanur Denpasar Bali tersebut ditemukan dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Dipastikan luka tersebut didapati selama masa hidupnya, bukan hanya semenjak tanggal menghilangnya.

Saat ini, tersangka tunggal yang ditemukan adalah Agustinus Tae, pembantu rumah tangga di rumah orang tua angkat Angeline. Agus diduga menghantam kepala Angeline dengan benda tumpul. Hal ini ditemukan dengan adnaya pendarahan di otak kecilnya.

UNICEF selaku lembaga international perlindungan anak mengecam atas adanya tindakan kejahatan tersebut. Melalui siaran pers UNICEF mengecam kekerasan terhadap anak di Indonesia. Hal tersebut meliputi kekerasan fisik, emosional dan pengabaian serta kekerasan seksual.

Child abuse atau kekerasan pada anak menimbulkan dampak negatif jangka panjang bagi anak yang menjadi korban. UNICEF menyatakan kasus Angeline adalah yang terburuk.

UNICEF juga menghimbau masyarakat untuk lebih berkontribusi terhadap meminimalisir kekerasan terhadap anak. Dengan melaporkan kekerasan dan penyiksaan yang terjadi disekitarnya. Masyarakat harus bersuara, sebab semua anak memiliki hak perlindungan dari kekerasan. | Labibah

back to top