Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kasus Angeline, UNICEF kecam kekerasan pada anak

Kasus Angeline, UNICEF kecam kekerasan pada anak
Surabaya - KoPi Kisah tragis meninggalnya bocah 8 tahun di Bali menuai banyak kecaman. Angeline yang sebelumnya hilang secara misterius pada 16/5 ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa pada rabu 10/6 di sebuah lubang di belakang rumah dekat kandang ayam.

Siswi SDN 12 Sanur Denpasar Bali tersebut ditemukan dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Dipastikan luka tersebut didapati selama masa hidupnya, bukan hanya semenjak tanggal menghilangnya.

Saat ini, tersangka tunggal yang ditemukan adalah Agustinus Tae, pembantu rumah tangga di rumah orang tua angkat Angeline. Agus diduga menghantam kepala Angeline dengan benda tumpul. Hal ini ditemukan dengan adnaya pendarahan di otak kecilnya.

UNICEF selaku lembaga international perlindungan anak mengecam atas adanya tindakan kejahatan tersebut. Melalui siaran pers UNICEF mengecam kekerasan terhadap anak di Indonesia. Hal tersebut meliputi kekerasan fisik, emosional dan pengabaian serta kekerasan seksual.

Child abuse atau kekerasan pada anak menimbulkan dampak negatif jangka panjang bagi anak yang menjadi korban. UNICEF menyatakan kasus Angeline adalah yang terburuk.

UNICEF juga menghimbau masyarakat untuk lebih berkontribusi terhadap meminimalisir kekerasan terhadap anak. Dengan melaporkan kekerasan dan penyiksaan yang terjadi disekitarnya. Masyarakat harus bersuara, sebab semua anak memiliki hak perlindungan dari kekerasan. | Labibah

back to top