Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kasus Angeline, UNICEF kecam kekerasan pada anak

Kasus Angeline, UNICEF kecam kekerasan pada anak
Surabaya - KoPi Kisah tragis meninggalnya bocah 8 tahun di Bali menuai banyak kecaman. Angeline yang sebelumnya hilang secara misterius pada 16/5 ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa pada rabu 10/6 di sebuah lubang di belakang rumah dekat kandang ayam.

Siswi SDN 12 Sanur Denpasar Bali tersebut ditemukan dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Dipastikan luka tersebut didapati selama masa hidupnya, bukan hanya semenjak tanggal menghilangnya.

Saat ini, tersangka tunggal yang ditemukan adalah Agustinus Tae, pembantu rumah tangga di rumah orang tua angkat Angeline. Agus diduga menghantam kepala Angeline dengan benda tumpul. Hal ini ditemukan dengan adnaya pendarahan di otak kecilnya.

UNICEF selaku lembaga international perlindungan anak mengecam atas adanya tindakan kejahatan tersebut. Melalui siaran pers UNICEF mengecam kekerasan terhadap anak di Indonesia. Hal tersebut meliputi kekerasan fisik, emosional dan pengabaian serta kekerasan seksual.

Child abuse atau kekerasan pada anak menimbulkan dampak negatif jangka panjang bagi anak yang menjadi korban. UNICEF menyatakan kasus Angeline adalah yang terburuk.

UNICEF juga menghimbau masyarakat untuk lebih berkontribusi terhadap meminimalisir kekerasan terhadap anak. Dengan melaporkan kekerasan dan penyiksaan yang terjadi disekitarnya. Masyarakat harus bersuara, sebab semua anak memiliki hak perlindungan dari kekerasan. | Labibah

back to top