Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kasus Angeline, UNICEF kecam kekerasan pada anak

Kasus Angeline, UNICEF kecam kekerasan pada anak
Surabaya - KoPi Kisah tragis meninggalnya bocah 8 tahun di Bali menuai banyak kecaman. Angeline yang sebelumnya hilang secara misterius pada 16/5 ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa pada rabu 10/6 di sebuah lubang di belakang rumah dekat kandang ayam.

Siswi SDN 12 Sanur Denpasar Bali tersebut ditemukan dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Dipastikan luka tersebut didapati selama masa hidupnya, bukan hanya semenjak tanggal menghilangnya.

Saat ini, tersangka tunggal yang ditemukan adalah Agustinus Tae, pembantu rumah tangga di rumah orang tua angkat Angeline. Agus diduga menghantam kepala Angeline dengan benda tumpul. Hal ini ditemukan dengan adnaya pendarahan di otak kecilnya.

UNICEF selaku lembaga international perlindungan anak mengecam atas adanya tindakan kejahatan tersebut. Melalui siaran pers UNICEF mengecam kekerasan terhadap anak di Indonesia. Hal tersebut meliputi kekerasan fisik, emosional dan pengabaian serta kekerasan seksual.

Child abuse atau kekerasan pada anak menimbulkan dampak negatif jangka panjang bagi anak yang menjadi korban. UNICEF menyatakan kasus Angeline adalah yang terburuk.

UNICEF juga menghimbau masyarakat untuk lebih berkontribusi terhadap meminimalisir kekerasan terhadap anak. Dengan melaporkan kekerasan dan penyiksaan yang terjadi disekitarnya. Masyarakat harus bersuara, sebab semua anak memiliki hak perlindungan dari kekerasan. | Labibah

back to top